Kerikil.id | Indramayu – Di balik barisan ratusan peserta yang membawa obor menyusuri jalan-jalan Kecamatan Haurgeulis, Kapolsek Haurgeulis AKP Saefullah, S.H., M.A. melihat pesan yang lebih besar dari sekadar tradisi menjelang peringatan kemerdekaan.
Menurut Saefullah, Upacara Taptu dan Pawai Obor yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Haurgeulis, Minggu malam (16/8/2026), menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat nasionalisme, gotong royong, sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.30 WIB tersebut dipimpin Saefullah sebagai inspektur upacara. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, aparatur sipil negara, guru, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, Pramuka hingga pelajar tingkat SD, SMP dan SMA.
Bagi Saefullah, keterlibatan berbagai kelompok tersebut justru menjadi bagian penting dari makna pawai. Anak-anak sekolah, aparat, tenaga pendidik dan masyarakat dapat berdiri dalam satu barisan tanpa membedakan latar belakang.
“Melalui nyala api obor ini, kita ingin mengobarkan kembali semangat nasionalisme, gotong royong, dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat,” ujar Saefullah dalam sambutannya.
Ia menilai tradisi Taptu dan pawai obor tidak seharusnya dipandang hanya sebagai kegiatan tahunan. Di dalamnya terdapat kesempatan untuk mengingat perjuangan para pendahulu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Karena itu, Saefullah mengajak peserta menjadikan momentum tersebut sebagai pengingat bahwa kemerdekaan juga membawa tanggung jawab untuk menjaga persatuan dan menciptakan lingkungan masyarakat yang aman serta tertib.
Di sisi lain, Saefullah juga menekankan pentingnya menjaga keamanan selama pawai berlangsung. Banyaknya peserta dan penggunaan ruas jalan pada malam hari membuat ketertiban menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti ketentuan yang telah diarahkan selama pawai, sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan aman tanpa mengganggu pengguna jalan maupun masyarakat di sekitar rute.
Pesan tersebut menjadi penting karena pawai melibatkan peserta dari berbagai usia, termasuk anak-anak dan pelajar.
Setelah upacara selesai, penyalaan obor utama dilakukan secara simbolis oleh Saefullah kepada perwakilan peserta. Prosesi itu menjadi tanda dimulainya perjalanan rombongan menyusuri rute yang telah ditentukan di wilayah Kecamatan Haurgeulis.
Barisan obor kemudian bergerak di tengah suasana malam. Cahaya api yang dibawa peserta berpadu dengan lagu-lagu perjuangan yang terdengar sepanjang perjalanan.
Bagi Saefullah, suasana tersebut menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana semangat kemerdekaan dapat dirawat melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Pawai akhirnya kembali ke halaman Kantor Kecamatan Haurgeulis dan seluruh rangkaian kegiatan berakhir dengan tertib.
Namun, bagi Saefullah, pesan utama kegiatan tidak berhenti ketika obor dipadamkan. Semangat nasionalisme dan gotong royong justru diharapkan tetap hidup dalam aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Semangat nasionalisme dan kebersamaan jangan hanya muncul saat perayaan kemerdekaan. Kita harus menjaganya dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Saefullah.
Dari sudut pandang Kapolsek Haurgeulis itu, pawai obor bukan sekadar perjalanan malam dengan membawa nyala api. Ia menjadi simbol tentang bagaimana semangat perjuangan diteruskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya—dengan menjaga persatuan, ketertiban, dan kepedulian terhadap sesama.
Penulis:Redaksi
Editor: Redaksi Kerikil.id
Sumber: Peliputan dan keterangan langsung Kapolsek Haurgeulis
