Polisi Ajak Warga Ujungberung Jadi Mata dan Telinga Keamanan

Foto: Bid Humas Polda Jawa Barat

Kerikil.id | Bandung – Upaya menjaga keamanan tidak selalu harus berujung pada penindakan. Di kawasan Ujungberung, Kota Bandung, polisi memilih mendekati warga secara langsung untuk membangun kewaspadaan terhadap kejahatan jalanan di tengah berlangsungnya Operasi Libas 2026.

Jajaran Direktorat Binmas Polda Jawa Barat menyambangi sejumlah titik keramaian mulai dari kawasan Alun-Alun Ujungberung hingga kompleks ruko di Jalan Rumah Sakit, Senin (24/8/2026). Pedagang kaki lima, juru parkir, pengelola ruko hingga pengunjung menjadi bagian dari sasaran edukasi keamanan tersebut.

Bacaan Lainnya

Pendekatan tatap muka dilakukan untuk mengingatkan masyarakat bahwa pencegahan kejahatan tidak hanya bergantung pada kehadiran aparat. Kewaspadaan warga terhadap lingkungan sekitar juga menjadi bagian penting dalam mempersempit ruang gerak pelaku kriminal.

Sejumlah potensi kejahatan jalanan, termasuk pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), menjadi perhatian dalam penyampaian imbauan tersebut.

Warga diingatkan agar tidak lengah ketika membawa barang berharga. Pemilik kendaraan juga diminta memastikan kendaraan diparkir di tempat yang aman dan menggunakan pengamanan tambahan, terutama ketika ditinggalkan dalam waktu tertentu.

Imbauan lain diarahkan kepada warga yang beraktivitas pada malam hari. Masyarakat disarankan menghindari jalur yang sepi dan minim penerangan apabila tersedia pilihan rute yang lebih aman.

Sementara itu, pengelola pertokoan dan kompleks ruko diminta memaksimalkan penggunaan kamera pengawas atau CCTV. Perangkat tersebut dinilai dapat membantu pemantauan lingkungan sekaligus menjadi informasi pendukung apabila terjadi tindak pidana.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah tindak pidana.

Menurutnya, kepedulian warga terhadap keamanan lingkungan dapat menjadi langkah awal untuk mencegah kejahatan sebelum terjadi.

Selain berdialog, petugas juga memberikan informasi mengenai layanan kepolisian melalui Call Center 110. Masyarakat dapat menggunakan layanan tersebut untuk melaporkan kejadian atau aktivitas yang dianggap mencurigakan.

Penyampaian nomor layanan itu diharapkan membuat masyarakat memiliki akses yang lebih mudah ketika membutuhkan bantuan kepolisian, sekaligus mempercepat penyampaian informasi dari lapangan.

Kehadiran personel di kawasan Ujungberung pun mendapat respons positif dari sejumlah warga. Interaksi langsung antara polisi dan masyarakat membuat pesan keamanan tidak berhenti sebagai imbauan formal, tetapi disampaikan di tengah aktivitas warga sehari-hari.

Bagi kepolisian, Operasi Libas 2026 bukan hanya perkara mengejar pelaku kejahatan setelah kejadian berlangsung. Upaya preventif dan edukasi menjadi bagian dari strategi untuk mengurangi peluang terjadinya tindak kriminal sekaligus membangun kesadaran bersama.

Di tengah keramaian Ujungberung, pesan yang dibawa polisi sederhana: keamanan bukan hanya tugas aparat. Warga yang waspada, lingkungan yang peduli, dan komunikasi yang cepat dapat menjadi benteng pertama sebelum sebuah gangguan berubah menjadi tindak kejahatan.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Kerikil.id
Sumber: Bid Humas Polda Jawa Barat,Diolah Redaksi

Pos terkait