Motor Kembali, Harapan Penjual Nasi Goreng di Indramayu Kembali Mengepul

Foto: Humas Polres Indramayu

Kerikil.id | Indramayu – Empat hari setelah kehilangan sepeda motor yang menjadi penopang usaha kecilnya, Rundija akhirnya kembali tersenyum. Sabtu pagi (29/8/2026), warga Perumahan Taman Indah Kepandean, Indramayu, itu berdiri di Aula Mapolres Indramayu sambil menatap kendaraan yang selama ini menjadi bagian penting dari perjuangan menghidupi keluarganya.

Motor tersebut sebelumnya hilang dari halaman rumah Rundija pada Selasa (25/8/2026). Bagi seorang penjual nasi goreng, kehilangan kendaraan bukan sekadar kehilangan alat transportasi. Ada aktivitas dagang yang ikut terancam berhenti.

Bacaan Lainnya

Setiap hari, sepeda motor itu digunakan Rundija untuk berangkat ke pasar sejak subuh, membawa bahan masakan, mengangkut tabung gas hingga mendukung aktivitas berjualan nasi goreng. Karena itu, ketika kendaraan tersebut raib, yang muncul bukan hanya rasa kehilangan, tetapi juga kekhawatiran tentang bagaimana ia harus kembali mencari nafkah.

“Saya sempat pasrah dan bingung besok harus jualan bagaimana kalau tidak ada motor. Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada Bapak Kapolres dan seluruh jajaran Polres Indramayu yang sudah bekerja cepat menemukan motor saya. Ini sangat berarti untuk mata pencaharian keluarga kami,” ujar Rundija.

Harapan itu kembali muncul setelah polisi mengungkap sejumlah kasus pencurian kendaraan bermotor dan mengamankan barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Polres Indramayu menyebut sebanyak 24 tersangka dalam perkara pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian dengan kekerasan (curas) telah diamankan. Dari pengungkapan tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, di antaranya delapan unit sepeda motor, 16 telepon genggam, 14 surat kendaraan, satu senjata tajam jenis celurit, empat kunci T, 10 mata kunci T, sembilan potong pakaian dan satu helm.

Salah satu sepeda motor yang diamankan merupakan milik Rundija.

Bagi Rundija, pengembalian kendaraan itu memiliki arti lebih besar daripada sekadar mendapatkan kembali sebuah barang. Motor tersebut adalah bagian dari rantai usaha yang membuat dapurnya tetap mengepul.

Tanpa kendaraan itu, aktivitas menuju pasar dan membawa perlengkapan dagang menjadi lebih sulit. Dengan kendaraan kembali di tangannya, Rundija kini dapat kembali menjalankan rutinitas yang sempat terganggu.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo Parlindungan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga kendaraan. Pengamanan tambahan, baik menggunakan kunci fisik maupun sistem pengamanan lainnya, dinilai penting untuk memperkecil peluang terjadinya pencurian.

Masyarakat juga diingatkan agar berhati-hati ketika membeli kendaraan dengan harga yang jauh di bawah harga pasar. Tawaran murah yang mencurigakan dapat membawa pembeli pada persoalan hukum apabila kendaraan tersebut ternyata berasal dari tindak pidana.

Bukan Sekadar Motor

Peristiwa yang dialami Rundija memperlihatkan bagaimana pencurian sebuah kendaraan dapat berdampak langsung terhadap kehidupan ekonomi keluarga.

Bagi sebagian orang, sebuah sepeda motor mungkin hanya dipandang sebagai kendaraan untuk berpindah tempat. Namun bagi pekerja informal seperti Rundija, kendaraan bisa menjadi bagian dari modal usaha menghubungkan rumah, pasar dan tempat berjualan dalam satu rangkaian aktivitas setiap hari.

Karena itu, ketika kendaraan tersebut kembali, yang terasa bukan hanya lega karena barang ditemukan. Ada pekerjaan yang bisa kembali berjalan dan penghasilan keluarga yang kembali memiliki jalan.

Warga yang mengetahui kabar pengembalian kendaraan tersebut turut menyambut baik. Mereka menilai pengungkapan kasus dan pengembalian kendaraan kepada pemilik memberikan rasa lega, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada sepeda motor.

“Kalau motor digunakan untuk mencari nafkah, kehilangan kendaraan tentu sangat berat. Kami ikut senang karena motornya bisa ditemukan dan dikembalikan kepada pemiliknya,” ujar salah seorang warga.

Sabtu itu, Rundija akhirnya membawa pulang kembali kendaraan yang sempat membuatnya cemas selama empat hari.Tidak ada lagi halaman rumah yang terasa kosong.

Ada motor yang kembali, ada pekerjaan yang bisa dilanjutkan, dan ada harapan sederhana yang kembali tumbuh  setiap hari bisa kembali berangkat mencari rezeki dan membawa pulang hasil untuk keluarga.

Bagi Rundija, suara mesin motor yang kembali menyala mungkin terdengar biasa bagi orang lain. Tetapi pagi itu, suara tersebut menjadi tanda bahwa perjuangannya sebagai penjual nasi goreng belum berhenti.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Kerikil.id
Sumber: Press Rilis Polres Indramayu

 

Pos terkait