Wardah Jemput Aspirasi Warga, Jembatan Darurat Jadi Sorotan

Oplus_16908288
banner 468x60

Kerikil.id | Indramayu – Di tengah hamparan sawah Desa Mekarjati, Kecamatan Haurgeulis, sebuah jembatan darurat masih menjadi tumpuan aktivitas warga setiap hari. Kondisinya yang sederhana dan memprihatinkan tak luput dari perhatian Anggota DPRD Kabupaten Indramayu, Wardah, saat menggelar Reses Masa Persidangan II Tahun Anggaran 2026 di Desa Mekarjati Kecamatan Haurgeulis, Kamis (16/7/2026).

Bagi warga, kehadiran legislator itu bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi kesempatan menyampaikan harapan agar pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Indramayu dari Fraksi Partai Golkar tersebut melaksanakan reses di lima titik yang tersebar di wilayah Kecamatan Haurgeulis. Kegiatan itu dihadiri ratusan warga, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan kelompok perempuan yang memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi.

Foto : Wardah, anggota DPRD Indramayu

Dalam dialog yang berlangsung hangat, warga mengungkapkan sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah, mulai dari perbaikan jalan lingkungan, normalisasi drainase, pembangunan jembatan yang lebih layak, hingga pelayanan BPJS Kesehatan.

Wardah mengatakan, reses merupakan kewajiban anggota legislatif untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat sebagai bahan dalam memperjuangkan program pembangunan melalui mekanisme di DPRD.

“Kehadiran saya di Desa Mekarjati merupakan bagian dari tugas sebagai wakil rakyat untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Seluruh usulan yang disampaikan akan kami inventarisasi dan diperjuangkan melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Wardah.

Menurutnya, setiap aspirasi masyarakat akan dikaji berdasarkan skala prioritas serta disesuaikan dengan kewenangan pemerintah daerah dan kemampuan anggaran, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan.

Usai berdialog, Wardah menyempatkan diri meninjau langsung kondisi jembatan darurat yang berada di area persawahan Desa Mekarjati. Jembatan tersebut selama ini menjadi akses penting bagi warga, terutama petani yang setiap hari melintasinya untuk menuju lahan pertanian.

Melihat kondisi jembatan yang dinilai sudah memerlukan perhatian, Wardah menyatakan akan membawa persoalan tersebut dalam pembahasan di DPRD agar dapat menjadi salah satu usulan pembangunan.

“Saya sudah melihat langsung kondisi jembatan ini. Aspirasi masyarakat mengenai infrastruktur akan kami pelajari dan perjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku agar dapat menjadi perhatian dalam pembahasan pembangunan ke depan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat yang menyampaikan berbagai masukan secara terbuka. Menurutnya, pembangunan daerah akan berjalan lebih tepat sasaran apabila dirancang berdasarkan kebutuhan nyata yang disampaikan langsung oleh masyarakat.

Bagi warga Desa Mekarjati, reses bukan sekadar agenda rutin wakil rakyat, melainkan ruang untuk menyampaikan harapan agar akses jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya semakin baik sehingga dapat menunjang aktivitas ekonomi maupun kehidupan sehari-hari.

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber : Liputan Reses Hj. Wardah

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *