Kerikil.id | Indramayu – Suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK PGRI Indramayu, Jumat (17/7/2026), terasa berbeda. Ratusan siswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga dibekali pengetahuan penting tentang etika, keamanan, dan kecakapan bermedia digital sebagai bekal menghadapi tantangan era teknologi.
Dalam kegiatan bertema “Asesmen Awal Pemetaan Karakteristik dan Kompetensi”, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu, Suwenda, hadir sebagai narasumber untuk mengajak para pelajar menjadi generasi digital yang cerdas, santun, dan bertanggung jawab.
Menurut Suwenda, perkembangan teknologi informasi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan generasi muda. Karena itu, kemampuan menggunakan media digital harus dibarengi dengan pemahaman mengenai etika, keamanan, serta tanggung jawab dalam bermedia sosial.
“Pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga pemerintah dan masyarakat. Melalui kesempatan ini kami ingin membekali para pelajar agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus memahami berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Indramayu,” ujarnya di hadapan para peserta MPLS.
Dalam paparannya, Suwenda mengingatkan siswa agar tidak mudah membagikan data pribadi di media sosial. Ia juga mengajak para pelajar membiasakan budaya “saring sebelum sharing” dengan selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya kepada orang lain.
Selain itu, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menghormati privasi, menjaga jejak digital, serta menggunakan media sosial sebagai sarana belajar, berkarya, dan membangun relasi yang positif.
Tidak hanya membahas etika digital, Suwenda juga mengangkat persoalan cyberbullying atau perundungan di ruang siber yang kini semakin sering dialami remaja. Ia menjelaskan berbagai bentuk perundungan digital beserta dampaknya terhadap kesehatan mental maupun kehidupan sosial korban.
Siswa diimbau untuk tidak terpancing membalas tindakan pelaku, melainkan menyimpan bukti percakapan atau unggahan yang mengandung unsur perundungan, kemudian segera melaporkannya kepada orang tua maupun pihak sekolah agar dapat ditangani secara tepat.
Dalam kesempatan tersebut, Suwenda juga memperkenalkan prinsip 3S, yakni Screentime, Screenzone, dan Screen Break, sebagai panduan agar para pelajar mampu mengatur waktu penggunaan gawai secara sehat sehingga aktivitas digital tidak mengganggu proses belajar maupun kehidupan sosial mereka.
Materi literasi digital kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Wong Reang Apps, aplikasi layanan publik milik Pemerintah Kabupaten Indramayu yang diperkenalkan oleh Staf Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfo, Saji Yogie Permana.
Melalui simulasi langsung, para siswa diajak mencoba berbagai fitur aplikasi tersebut, mulai dari akses CCTV di sejumlah titik di Kabupaten Indramayu, layanan pengaduan masyarakat, pembayaran pajak daerah, hingga marketplace yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memasarkan produk usahanya.
“Bisa mengakses CCTV di seluruh Indramayu karena terhubung dengan Pemda. Selain itu ada layanan pengaduan masyarakat, pembayaran pajak, hingga marketplace bagi masyarakat yang ingin berjualan,” jelas Saji Yogie.
Kepala SMK PGRI Indramayu, Warsinih, mengapresiasi kehadiran Diskominfo Kabupaten Indramayu dalam rangkaian MPLS tahun ajaran baru. Menurutnya, edukasi mengenai literasi digital sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda yang setiap hari berinteraksi dengan internet dan media sosial.
“Kami mengapresiasi Diskominfo Indramayu yang telah memberikan wawasan dan pengetahuan kepada anak-anak kami. Edukasi seperti ini sangat penting agar mereka mampu memanfaatkan teknologi secara bijak,” katanya.
Antusiasme juga terlihat dari para peserta. Salah seorang siswa baru, M. Riyan, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah ia dapatkan.
“Terima kasih kepada Bapak Kepala Diskominfo Indramayu yang telah memberikan informasi tentang digitalisasi di lingkungan sekolah kami. Pembelajarannya seru sekali dan mudah dimengerti,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap para pelajar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga tumbuh sebagai generasi yang berkarakter, cakap digital, mampu menyaring informasi, serta menggunakan media sosial secara bijaksana demi mendukung terciptanya ruang digital yang aman, sehat, dan produktif.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Kerikil.id
Sumber: Diskominfo Indramayu,Diolah Redaksi











