Bangun Dapur MBG, Buruh di Haurgeulis Tersengat Listrik Tegangan Tinggi Saat Pasang Atap

Oplus_16908288
banner 468x60

Kerikil.id | Indramayu – Seorang buruh bangunan mengalami kecelakaan kerja saat mengerjakan pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Kamis (23/7/2026). Korban tersengat aliran listrik tegangan tinggi ketika memasang rangka atap bangunan dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Peristiwa itu terjadi sekitar waktu menjelang azan Dzuhur, ketika aktivitas pembangunan masih berlangsung. Saat itu korban berada di bagian atas bangunan untuk memasang rangka baja ringan sebagai penyangga atap.

Suasana yang semula berjalan seperti biasa mendadak berubah setelah terdengar suara ledakan dari arah atas bangunan.

“Awalnya tidak ada yang melihat persis kejadiannya. Tiba-tiba terdengar suara seperti ledakan. Kami langsung melihat ke atas dan korban sudah terkulai. Kami kemudian berusaha mengevakuasinya secepat mungkin agar segera mendapat pertolongan,” ujar Wastirah, salah seorang rekan kerja korban.

Berdasarkan keterangan rekan-rekan pekerja, insiden diduga terjadi ketika material baja ringan yang sedang dipasang berada terlalu dekat dengan jaringan listrik tegangan tinggi yang melintas di atas lokasi proyek. Diduga salah satu bagian rangka menyentuh kabel sehingga arus listrik langsung mengalir ke tubuh korban.

Karena baja ringan merupakan material penghantar listrik, korban diduga tidak sempat menghindar saat tersengat.

Rekan-rekan korban segera menurunkannya dari atas bangunan sebelum membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Pemilik bangunan, H. Aghis, membenarkan adanya kecelakaan kerja tersebut. Menurut dia, korban sempat dibawa ke klinik sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan luka bakar lebih lengkap.

“Korban mengalami luka bakar sekitar 36 persen, terutama di bagian tangan kanan dan dada. Alhamdulillah kondisinya masih sadar, masih bisa makan, minum, berkomunikasi, bahkan masih bisa berpindah tempat. Namun dokter menyarankan agar sementara tidak banyak bergerak dan memperbanyak minum air putih,” katanya melalui pesan singkat.

Hingga Kamis sore, korban masih menjalani perawatan medis.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama pada proyek konstruksi yang berada di dekat jaringan listrik tegangan tinggi. Penggunaan alat pelindung diri, pengawasan lokasi kerja, serta menjaga jarak aman dari instalasi listrik menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan serupa.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis belum diperoleh keterangan resmi dari pihak berwenang maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti insiden tersebut ataupun apakah akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap aspek keselamatan kerja di lokasi proyek.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Kerikil.id
Sumber: Hasil konfirmasi di lapangan dan keterangan narasumber.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *