Kerikil.id | Jakarta – Usia 24 tahun tidak hanya dirayakan dengan potongan tumpeng. Bagi Paguyuban Pensiunan RSUP Persahabatan (PPRSP), bertambahnya usia organisasi menjadi momentum untuk kembali mempertemukan para purnabakti sekaligus mengenang perjalanan pengabdian yang pernah mereka jalani.
Suasana tersebut terasa dalam peringatan HUT ke-24 PPRSP yang digelar di Aula dr. Soepandi Moekajin, Gedung Griya Puspa lantai 2, RSUP Persahabatan, Sabtu (15/8/2026).
Sejak awal kegiatan, para peserta mengikuti registrasi sekaligus melihat kembali dokumentasi kegiatan PPRSP yang ditampilkan dalam bentuk foto. Rangkaian acara kemudian dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PPRSP, dan doa.
Ketua panitia, Pamedaringsih, menyampaikan sambutan pembuka. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua PPRSP I Gusti Ayu Nyoman Suriati serta Pembina PPRSP, Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MARS, DTM&H.
Pembukaan kegiatan dilakukan Direktur SDM, Pendidikan dan Pelatihan RSUP Persahabatan, Emmy Amalia, SKM, MPH, yang hadir mewakili Direktur Utama RSUP Persahabatan.
Tidak hanya menjadi ajang temu para pensiunan, peringatan tersebut juga diisi dengan kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan. Ceramah bertema “Sehat Alami” disampaikan dr. Mohammad Ali Toha, MARS, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama peserta.
Kegiatan semakin semarak ketika kelompok Angklung PPRSP tampil di hadapan peserta. Musik angklung menjadi salah satu hiburan yang membawa suasana pertemuan menjadi lebih cair, sebelum acara dilanjutkan dengan pembagian door prize.
Momentum peringatan HUT ke-24 juga dimanfaatkan PPRSP untuk mulai mengarahkan perhatian menuju satu tonggak berikutnya, yakni HUT Perak atau ulang tahun ke-25 pada 2027.
Peluncuran menuju HUT Perak tersebut kemudian diikuti penampilan musik bersama Tim Angklung PPRSP. Rangkaian acara berlanjut dengan foto bersama, perayaan ulang tahun, serta pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur atas perjalanan organisasi selama 24 tahun.
Bagi para anggota, peringatan tersebut menjadi ruang untuk mempertahankan hubungan yang telah terjalin setelah memasuki masa purnabakti. Pengalaman dan hubungan yang terbentuk selama bertahun-tahun di lingkungan RSUP Persahabatan menjadi bagian dari ikatan yang terus dirawat melalui kegiatan paguyuban.
Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan makan siang bersama. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa masa pensiun tidak serta-merta memutus hubungan dengan lingkungan tempat seseorang pernah mengabdikan diri.
Dua puluh empat tahun perjalanan PPRSP pun menjadi bagian dari cerita panjang para purnabakti RSUP Persahabatan. Dari ruang pelayanan kesehatan hingga kehidupan setelah pensiun, semangat kebersamaan tetap menjadi jembatan untuk menjaga silaturahmi dan melanjutkan kontribusi dalam bentuk yang berbeda.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Kerikil.id
Sumber: Hukmas RSUP Persahabatan,diolah redaksi











