banner 728x250

LDII Jatim Perkuat Benteng Literasi Digital, Kader KIM Dibekali Jurus Tangkal Hoaks

banner 120x600
banner 468x60

JATIM | Derasnya arus informasi di era digital mendorong DPW LDII Jawa Timur mengambil langkah strategis. Melalui Pelatihan Jurnalistik bertema “Penguatan Literasi Media dan Kompetensi Jurnalistik untuk Menangkal Disinformasi di Era Digital”, LDII Jatim membekali kadernya agar lebih cakap, kritis, dan bertanggung jawab dalam mengelola informasi publik.

Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur ini berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Sabilurrosyidin, Surabaya, Sabtu (7/2/2026), dan diikuti kader Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) LDII dari berbagai daerah di Jawa Timur.

banner 325x300

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menekankan bahwa jurnalis dan pegiat informasi memiliki peran vital dalam menjaga kualitas ruang digital. Di tengah banjir informasi, masyarakat sangat membutuhkan sumber berita yang dapat dipercaya.

“Di era digital, informasi bergerak sangat cepat. Karena itu, peran jurnalis dan pegiat komunikasi informasi menjadi kunci agar masyarakat menerima informasi yang benar, akurat, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Sherlita juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), membawa dua sisi mata uang. Di satu sisi mempermudah komunikasi, namun di sisi lain membuka peluang munculnya hoaks, disinformasi, dan misinformasi jika tidak disikapi dengan literasi yang kuat.

“Keberadaan KIM LDII sangat strategis untuk menjadi bagian dari solusi dalam memperkuat literasi digital masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur, Amrodji Konawi, menegaskan bahwa melawan hoaks tidak cukup dengan reaksi spontan, melainkan perlu pendekatan sistematis dan berkelanjutan. Salah satunya melalui peningkatan kapasitas jurnalistik kader di daerah.

“Pelatihan ini kami harapkan mampu meningkatkan kompetensi jurnalistik anggota LDII, sehingga mereka dapat menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan kader LDII dari kabupaten dan kota se-Jawa Timur. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak literasi media di daerah masing-masing, sekaligus garda terdepan dalam menciptakan ruang digital yang sehat, cerdas, dan beretika. (*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *