JAKARTA |Pemerintah mulai mengencangkan persiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, pemeriksaan menyeluruh terhadap kelaikan sarana dan prasarana transportasi dilakukan guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan berkeselamatan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi preventif untuk meminimalkan risiko selama periode mobilitas tinggi menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Kami melakukan ramp check atau uji kelaikan terhadap sarana dan prasarana transportasi yang berkaitan dengan moda darat, laut, udara, serta kereta api,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Tak hanya armada transportasi, pemerintah juga memeriksa kesiapan infrastruktur pendukung seperti jalan tol dan jalan arteri nasional yang menjadi jalur utama pergerakan pemudik. Koordinasi lintas kementerian dilakukan agar kondisi jalan benar-benar siap dilalui jutaan kendaraan dalam waktu bersamaan.
Persiapan tersebut melibatkan sinergi dengan Korps Lalu Lintas Polri serta Direktorat Jenderal Bina Marga untuk mengatur manajemen lalu lintas dan memastikan kelayakan jaringan jalan nasional.
Selain aspek keselamatan, pemerintah juga menghadirkan berbagai stimulus layanan bagi masyarakat. Sejumlah kebijakan disiapkan, mulai dari diskon tarif transportasi hingga penyelenggaraan program mudik gratis guna menekan kepadatan kendaraan pribadi sekaligus memberikan alternatif perjalanan yang lebih efisien.
Dalam program mudik gratis tahun ini, Kementerian Perhubungan menyiapkan, 401 unit bus menuju 34 kota tujuan di 9 provinsi, Fasilitasi 50.000 penumpang melalui angkutan laut, Layanan kereta api bagi 28.182 penumpang.
“Sejalan dengan program mudik gratis, kegiatan ramp check terus kami lakukan agar seluruh moda benar-benar laik operasi,” kata Menhub.
Sebagai tambahan, pemerintah juga memberikan fleksibilitas hari kerja bagi aparatur sipil negara dan pekerja swasta pada 16, 17, 25, 26, serta 27 Maret, sehingga masyarakat dapat merencanakan perjalanan lebih awal dan mengurangi penumpukan pada hari-hari tertentu.
Langkah terpadu ini menjadi sinyal bahwa mudik bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi momentum nasional yang harus dikelola dengan perencanaan matang mengutamakan keselamatan, kenyamanan, serta akses yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.(*)


















