banner 728x250

Rakernas Pergunu – JKSN: Dari Pesantren untuk Negeri, Menjahit Ilmu, Iman, dan Masa Depan Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago dalam Pembukaan Silaturahmi Alim Ulama dan Rapat Kerja Nasional Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) bersama Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN).
banner 120x600
banner 468x60

SURABAYA | Silaturahmi Alim Ulama dan Rapat Kerja Nasional yang digelar Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) bersama Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) menjadi panggung konsolidasi besar dunia pendidikan berbasis keumatan. Bertempat di Pondok Pesantren Amanatul UmmahSurabaya, forum ini menegaskan kembali bahwa pesantren, ulama, dan guru bukan hanya penjaga tradisi, tetapi juga arsitek masa depan bangsa.

Kegiatan yang dihadiri Khofifah Indar Parawansa tersebut menyoroti pentingnya membangun keseimbangan antara wawasan global dan kearifan lokal. Dalam pandangannya, penguatan SDM tidak cukup hanya melalui kecerdasan akademik, tetapi harus ditopang karakter, etika, dan spiritualitas yang menjadi kekuatan utama pendidikan berbasis pesantren.

banner 325x300

Sementara itu, Djamari Chaniago mengajak seluruh elemen bangsa meneladani semangat perjuangan ulama dalam sejarah kemerdekaan. Ia menegaskan bahwa guru, santri, dan tokoh agama sejak dahulu adalah bagian penting dari kekuatan nasional, dan kini peran tersebut harus diwujudkan dalam bentuk pembangunan pendidikan, persatuan sosial, serta ketahanan moral masyarakat.

Pengasuh pesantren sekaligus tokoh nasional Asep Syaifuddin Chalim menekankan bahwa orientasi perjuangan umat telah bergeser dari mempertahankan kemerdekaan menuju mewujudkan kesejahteraan. Menurutnya, pendidikan harus melahirkan generasi yang tidak hanya alim dalam ilmu agama, tetapi juga unggul dalam sains, ekonomi, dan kepemimpinan sosial, sebagaimana cita-cita besar Nahdlatul Ulama dalam membangun peradaban yang maslahat.

Melalui rakernas ini, lahir komitmen memperkuat kapasitas guru, memperluas jaringan kiai-santri, serta menanamkan pendidikan karakter berbasis nilai Ahlussunnah wal Jamaah sebagai fondasi kebangsaan. Forum tersebut menjadi penegas bahwa ketika ulama dan guru bersatu, pendidikan tidak sekadar mencerdaskan, tetapi juga memanusiakan membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menjaga Indonesia di tengah tantangan zaman. (*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *