Site icon KERIKIL.ID

Air Mata dan Pelukan Iringi Pamitnya Aep Surahman Setelah 32 Tahun Mengabdi untuk Indramayu

Foto: Diskominfo Indramayu

 Kerikil.id | Indramayu — Malam itu bukan sekadar acara perpisahan jabatan. Di balik senyum para aparatur sipil negara yang hadir, tersimpan rasa haru saat Ir. Aep Surahman berpamitan setelah 32 tahun mengabdikan diri untuk Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Suasana hangat terasa sejak awal acara purna tugas yang digelar penuh kekeluargaan. Satu per satu rekan kerja datang menghampiri, berjabat tangan, memeluk, hingga mengenang perjalanan panjang seorang birokrat yang dikenal sederhana, pekerja keras, dan dekat dengan banyak pegawai.

Bagi sebagian ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu, Aep Surahman bukan hanya seorang Sekretaris Daerah. Ia dianggap sebagai sosok senior yang selama ini menjaga kekompakan dan menjadi tempat bertanya dalam berbagai persoalan pekerjaan maupun kehidupan.

Di tengah suasana haru itu, Lucky Hakim menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan Aep selama membantu jalannya pemerintahan daerah.

“Atas nama pribadi saya sebagai Lucky Hakim, berterima kasih kepada Bapak Aep Surahman. Dan sebagai Bupati Indramayu, saya juga berterima kasih kepada Sekda. Secara teknis saya banyak dibantu oleh Pak Aep,” ujarnya.

Ucapan tersebut disambut tepuk tangan para tamu yang hadir. Sebagian terlihat larut dalam suasana emosional, menyadari bahwa malam itu menjadi akhir perjalanan panjang Aep sebagai aparatur sipil negara aktif.

Dalam sambutannya, Aep Surahman mengenang awal kariernya saat pertama kali menjadi CPNS pada tahun 1994. Kala itu, ia ditugaskan di bagian lingkungan hidup Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu.

“Dari 1994 saya menjadi CPNS ditugaskan di Setda di bagian lingkungan hidup dan hampir 70 persen saya bekerja di lingkungan hidup dan 30 persen di dinas lain,” ungkapnya.

Tiga puluh dua tahun bukan waktu yang singkat. Selama itu pula Aep melewati berbagai dinamika pemerintahan, pergantian pimpinan, hingga perubahan sistem birokrasi. Namun baginya, pengabdian selalu tentang kerja sama dan kebersamaan.

Dengan suara yang mulai bergetar, Aep juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rekan kerja apabila selama menjalankan tugas masih terdapat kekurangan.

“Saya mohon undur diri. Mungkin ada hal yang kurang berkenan saat kami berinteraksi, berkoordinasi, dan bekerja sama melaksanakan tugas. Tidak bisa menyenangkan atau memberikan harapan semua pihak karena tidak ada gading yang tak retak dan kesempurnaan hanya milik Allah,” tuturnya.

Di sudut ruangan, beberapa ASN tampak menundukkan kepala menahan haru. Sosok Aep dinilai bukan tipe pemimpin yang menjaga jarak, melainkan figur yang mengedepankan kekeluargaan dalam bekerja.

Hal itu juga disampaikan Erpin Marpinda yang mewakili rekan-rekan ASN.

“Beliau memberikan teladan sifat kekeluargaan kepada kita semua bahwa kita adalah satu tim yang tidak bisa dipisahkan dalam Pemerintah Kabupaten Indramayu,” katanya.

Kini, tongkat estafet tugas Sekretaris Daerah akan dilanjutkan oleh Ahmad Syadali. Namun bagi banyak pegawai, jejak pengabdian Aep Surahman akan tetap menjadi bagian dari perjalanan birokrasi Indramayu.

Malam itu, perpisahan bukan hanya tentang berakhirnya jabatan. Tetapi tentang perjalanan hidup, pengabdian, dan kenangan seorang ASN yang telah melewati sebagian besar hidupnya untuk melayani daerah yang dicintainya.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Diskominfo Indramayu – Diolah Redaksi

 

Exit mobile version