Kerikil.id, Indramayu – Adanya pengosongan dan pemindahan alat – alat kesehatan (Alkes) dari Puskesmas Pembantu (Pustu) Kedungwungu Kecamatan Puskesmas Bugis akibat rencana alih fungsi Pustu untuk dijadikan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan upaya para Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bertugas dan hasil koordinasi dengan Kepala Puskesmas Bugis untuk menyelamatkan sebagian aset Barang Milik Daerah (BMD).
Dikatakan Tarwinah, Bidan Desa Kedungwungu, pengosongan gedung tersebut berawal dari permintaan petugas yang mendampingi pembangunan KDMP satu hari sebelum ada aktifitas pembongkaran melalui pesan singkat WhatsApp.
“Saya diberitahukan kalau besok (hari Rabu lalu) Pustu akan dibongkar bertahap, alat – alat kesehatan yang masih dipakai agar diamankan karena untuk pembongkaran ini, materialnya jadi milik yang membongkar,” ucap Tarwinah, Senin (30/3/2026).
Esuk harinya, lanjut Tarwinah, para pekerja pun datang dan langsung melakukan pembongkaran dimulai dari gedung lama dan pagar pustu, sehingga nakes yang yang bekerja dipustu segera mengamankan semua alkes dan instrumen kesehatan untuk dibawa ke Puskesmas Bugis,
“Sebelumnya saya berpesan kepada para pekerja agar pagar besi dan gerbang Pustu yang sudah dibongkar jangan dibawa karena itu aset daerah, namun pada kenyataan keesokan harinya barang – barang itu sudah tidak ada,” terangnya.
Sementara itu, Kuwu Kedungwungu, H. Purwanto, saat ditemui di kantornya menjelaskan, dirinya mengaku tidak mengetahui secara pasti proses awal pembongkaran karena tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu.
“Saya tahu ada aktifitas pembongkaran Pustu dari pamong. Dan saya tidak kenal dengan para pekerjanya, cuman yang saya tahu saat itu ada Babinsa di lokasi,” jelas Kuwu Kedungwungu.
Menurutnya, pelaksanaan pembongkaran gedung Pustu diluar koordinasi dengan Pemerintah Desa Kedungwungu. Dirinya sangat menyayangkan terjadi peristiwa itu sehingga menimbulkan kegaduhan ditengah – tengah masyarakat. Apalagi ada beberapa material Pustu yang hilang, diantaranya pagar besi.
“Dengan kondisi ini, kami pun terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan institusi terkait baik puskesmas, Koramil dan juga Pemerintah Kecanatan Anjatan. Atas petunjuk terbaru dari pimpinan dalam hal ini Bupati melalui Camat, pembongkaran gedung pustu untuk sementara ditangguhkan sampai batas waktu yang belum dapat dipastikan. Dan pelayanan kesehatan di Pustu Kedungwungu masih dapat dilaksanakan,” pungkasnya.
(Redaksi)
Editor : Redaksi


















