JATIM | Semangat literasi digital menggema dalam webinar peringatan Hari Internet Aman Sedunia yang melibatkan ratusan anak dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, Minggu (15/2/2026). Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan virtual, tetapi menjadi ruang belajar interaktif yang membekali generasi muda agar lebih tangguh menghadapi tantangan dunia digital.
Sebanyak 142 peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, berdiskusi aktif tentang keamanan berinternet, etika digital, serta peran anak sebagai agen perubahan dalam menciptakan ruang maya yang sehat dan ramah.
Perwakilan UNICEF, Arie Rukmantara, menegaskan bahwa anak-anak tidak lagi hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan digital.
“Anak-anak perlu memahami literasi internet, mengenali risiko, dan berani mengambil peran dalam membangun ruang digital yang positif,” ujarnya.
Webinar ini juga memperkenalkan Peraturan Pemerintah Tunas, dilengkapi buku panduan serta komik edukasi yang dirancang agar pesan keamanan digital mudah dipahami oleh anak dan remaja. Pendekatan kreatif ini diharapkan mampu menjembatani edukasi dengan cara yang menyenangkan sekaligus membumi.
Para narasumber menekankan bahwa perlindungan anak di era digital tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan komunitas menjadi kunci untuk membangun ekosistem internet yang aman.
Peserta juga diajak menjadi “Jagoan Digital” generasi yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga berani melaporkan konten berbahaya, menolak perundungan siber, serta menumbuhkan budaya saling menghormati di ruang maya.
Peringatan Hari Internet Aman Sedunia ini menjadi momentum penting untuk menguatkan kesadaran bersama bahwa keamanan digital adalah tanggung jawab kolektif. Harapannya, anak-anak Indonesia tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga bijak, beretika, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan internet. (*)


















