JAKARTA | Meningkatnya tensi antara Amerika Serikat dan Iran membuat pemerintah Indonesia memperkuat langkah antisipasi. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran tetap menjadi prioritas, termasuk dengan menyiapkan skenario evakuasi apabila situasi memburuk.
Melalui KBRI Teheran, pemantauan dilakukan secara intensif. Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa kondisi di Teheran dan sejumlah kota lain masih terpantau kondusif. Meski demikian, status Siaga 1 yang telah diberlakukan sejak Juni 2025 tetap dipertahankan sebagai langkah kehati-hatian.
Kemlu menegaskan seluruh rencana kontingensi telah disiapkan, termasuk berbagai opsi jalur evakuasi. Komunikasi rutin juga terus dilakukan dengan para WNI guna memastikan keselamatan mereka. Hingga kini, belum terdapat laporan adanya WNI yang terdampak langsung oleh eskalasi ketegangan tersebut.
Di sisi lain, dinamika geopolitik belum menunjukkan tanda mereda. Presiden AS Donald Trump sebelumnya memberikan tenggat waktu kepada Iran terkait kesepakatan program nuklirnya. Laporan media internasional bahkan menyebutkan adanya pengerahan kekuatan militer AS di kawasan Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran sejumlah negara.
Beberapa negara seperti Jerman, Polandia, Swedia, India, dan Korea Selatan bahkan telah mengimbau warganya untuk mempertimbangkan meninggalkan Iran.
Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus memonitor perkembangan secara cermat dan mengedepankan diplomasi sebagai solusi utama. Di tengah bayang-bayang konflik, komitmen negara untuk melindungi setiap WNI di luar negeri menjadi pesan tegas bahwa keselamatan warga tetap di atas segalanya.(*)

