Kerikil.id | Indramayu – Tawa dan keceriaan kembali menghiasi wajah puluhan anak yang sebelumnya harus menghadapi pengalaman pahit akibat kekerasan seksual. Di tengah suasana alam yang sejuk di Kabupaten Kuningan, mereka diajak melupakan sejenak luka masa lalu dan menumbuhkan kembali harapan melalui kegiatan trauma healing bertajuk “Pulih Bersama, Tumbuh Bersama.”
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Lakpesdam PCNU Indramayu melalui Program Inklusi bekerja sama dengan DP2KB-P3A Kabupaten Indramayu serta kader pesantren Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Barat pada 6–7 Juni 2026.
Sebanyak 22 anak tingkat SMP dari wilayah Anjatan dan Haurgeulis mengikuti kegiatan yang dikemas dalam konsep camping ceria. Mereka terdiri dari tiga anak perempuan dan 19 anak laki-laki yang selama ini menjadi korban kekerasan seksual dan membutuhkan pendampingan psikologis.
Ketua Lakpesdam PCNU Indramayu, Ali Ma’nawi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama untuk membantu proses pemulihan anak-anak agar mampu bangkit dari trauma yang mereka alami.
Menurutnya, pemulihan psikologis menjadi langkah penting agar anak-anak tetap memiliki semangat menjalani kehidupan dan tidak kehilangan harapan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menghibur sekaligus membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak korban kekerasan seksual agar mereka tetap percaya diri, kembali bersemangat meraih cita-cita, serta tidak terus dibayangi rasa takut akibat peristiwa yang pernah dialami,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).
Pria yang akrab disapa Almak itu menambahkan, keterlibatan para tokoh pesantren dan kader NU dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memberikan perlindungan kepada anak-anak sekaligus mencegah dampak lanjutan dari kekerasan seksual, termasuk perkawinan usia anak.
“Kekerasan seksual pada anak juga salah satu sebab terjadinya perkawinan anak. Karena itu selain penanganan traumanya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pencegahan perkawinan anak,” jelasnya.
Selama dua hari kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang khusus untuk mendukung proses pemulihan mental dan emosional. Mereka diajak bermain, berdiskusi, mengikuti sesi motivasi, penguatan spiritual, hingga kegiatan rekreatif yang membangun rasa percaya diri dan kebersamaan.
Pendekatan yang digunakan memadukan aspek psikologi profesional dengan nilai-nilai keagamaan sehingga menciptakan suasana yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi para peserta.
Psikolog DP2KB-P3A Kabupaten Indramayu, Dwiana Widiyanti, M.Psi., mengungkapkan hasil kegiatan menunjukkan perkembangan yang sangat positif.
Menurutnya, anak-anak yang sebelumnya masih menunjukkan gejala trauma mulai memperlihatkan perubahan sikap yang menggembirakan.
“Hasil dari kegiatan ini menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan. Kolaborasi antara pendekatan psikologi dan keagamaan yang dikemas melalui kegiatan camping ternyata sangat efektif untuk menghibur dan membantu proses pemulihan anak-anak. Yang sebelumnya masih menunjukkan gejala trauma, kini terlihat lebih ceria, lebih terbuka, dan lebih bersemangat,” ungkapnya.
Ia menilai keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap perlindungan anak, termasuk para tokoh agama yang turut memberikan penguatan moral dan motivasi kepada para peserta.
Bagi anak-anak yang mengikuti kegiatan ini, camping bukan sekadar rekreasi. Di balik setiap permainan, canda, dan tawa yang tercipta, tersimpan proses penyembuhan yang perlahan mengembalikan rasa percaya diri mereka.
Melalui kegiatan trauma healing ini, Lakpesdam PCNU Indramayu bersama para mitra berharap anak-anak korban kekerasan seksual memperoleh ruang aman untuk tumbuh, bangkit dari pengalaman traumatis, serta kembali menatap masa depan dengan optimisme dan keyakinan bahwa mereka tidak sendiri.
Di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi, kegiatan tersebut menjadi pesan bahwa luka memang tidak mudah dilupakan, tetapi dengan dukungan dan kepedulian bersama, harapan untuk pulih dan meraih masa depan yang lebih baik tetap terbuka lebar.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Lakpesdam PCNU Indramayu, DP2KB-P3A Kabupaten Indramayu

