banner 728x250
News  

Dewan Kesenian Perjuangkan Perda Baru untuk Selamatkan Warisan Budaya

Foto: Ade Nur/min.co.id
banner 120x600
banner 468x60

Kerikil.id | Indramayu – Di tengah derasnya arus modernisasi dan perubahan zaman, sejumlah kesenian serta tradisi khas Indramayu perlahan mulai memudar dari ingatan masyarakat. Beberapa bahkan terancam hilang jika tidak segera mendapat perhatian serius. Kondisi inilah yang menjadi kegelisahan para pegiat budaya di Kabupaten Indramayu.

Suara keprihatinan itu disampaikan Ketua Dewan Kesenian Indramayu (DKI), Ray Mengku Sutentra, saat menghadiri kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 yang digelar Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKB, Muhamad Sidkon DJ, di Gedung Kesenian Indramayu, Sabtu (6/6/2026).

banner 325x300

Di hadapan para pegiat seni dan pemangku kebijakan, Ray berharap Pemerintah Daerah segera memperbarui Peraturan Daerah (Perda) tentang kebudayaan agar selaras dengan amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan yang berlaku secara nasional.

Menurutnya, regulasi yang ada saat ini belum sepenuhnya mampu menjawab tantangan pelestarian budaya daerah yang semakin kompleks di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola hidup masyarakat.

“Kami berharap pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dan harapan para pelaku seni budaya kepada wakil rakyat. Saat ini sudah ada Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan, namun aturan daerah yang menjadi pedoman di Indramayu belum diperbarui. Kami berharap ada aturan yang lebih kuat agar berbagai budaya daerah bisa lebih diperhatikan dan dilestarikan,” ujar Ray.

Bagi Ray, kebudayaan bukan sekadar pertunjukan seni yang ditampilkan di panggung. Lebih dari itu, budaya adalah identitas, sejarah, serta nilai-nilai kehidupan yang diwariskan oleh para leluhur kepada generasi penerus.

Karena itulah, Dewan Kesenian Indramayu terus berupaya menghidupkan kembali berbagai kesenian dan tradisi yang mulai jarang dikenal masyarakat. Sejumlah warisan budaya seperti Genjring Umbul, manuskrip kuno, kidungan pujanggaan, bobotan, hingga Tarling menjadi fokus pelestarian yang terus diperjuangkan.

Menurut Ray, banyak kekayaan budaya Indramayu yang sesungguhnya memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal yang tinggi. Namun keterbatasan fasilitas, dukungan, dan ruang ekspresi sering kali menjadi hambatan dalam upaya pelestariannya.

“Program kami adalah menghidupkan kembali kesenian dan tradisi yang mulai jarang dikenal masyarakat. Banyak warisan budaya yang sebenarnya sangat berharga, namun hingga saat ini kami masih menghadapi berbagai keterbatasan sehingga belum bisa bergerak lebih maksimal,” katanya.

Meski demikian, semangat para pelaku seni budaya Indramayu tidak pernah surut. Di tengah berbagai keterbatasan, mereka terus berjuang menjaga agar warisan leluhur tetap hidup dan tidak hilang ditelan zaman.

Bagi mereka, setiap kidung yang dilantunkan, setiap alat musik tradisional yang dimainkan, hingga setiap manuskrip kuno yang dirawat merupakan bagian dari upaya mempertahankan identitas daerah di tengah derasnya pengaruh budaya luar.

Ray menegaskan, Dewan Kesenian Indramayu akan terus menjalankan amanah pelestarian budaya dengan penuh tanggung jawab dan kecintaan terhadap tanah kelahirannya.

“Dengan segala keterbatasan yang ada, kami tetap berusaha melakukan yang terbaik sebagai bentuk pengabdian untuk menjaga dan merawat warisan budaya Indramayu agar tetap hidup dan bisa dinikmati oleh generasi yang akan datang,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPAC PKB Kecamatan Indramayu Andi Hayadi, Sekretaris Jenderal Ade Supriyadi, serta para pegiat seni dan budaya dari berbagai komunitas.

Melalui forum tersebut, para pelaku budaya berharap terbangun komunikasi yang lebih erat antara seniman, masyarakat, dan pemerintah. Mereka meyakini bahwa pelestarian budaya bukan hanya tugas komunitas seni semata, melainkan tanggung jawab bersama untuk menjaga jati diri Indramayu.

Sebab bagi mereka, mempertahankan budaya bukan sekadar menjaga tradisi masa lalu, melainkan memastikan bahwa identitas Indramayu tetap hidup dan dikenal oleh generasi-generasi yang akan datang.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Hasil wawancara dan keterangan Ketua Dewan Kesenian Indramayu

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *