Keriki.id – Indramayu – Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Indramayu kembali memantik perhatian publik.
Sorotan kali ini datang dari anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, yang meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum Harus Serius menangani persoalan yang menyangkut keselamatan anak.
Pernyataan itu disampaikan Selly , Rabu (30/4/2026). Dalam keterangannya, ia mengaku prihatin masih munculnya kasus kekerasan seksual terhadap anak yang dinilai menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda.
Menurut Selly, penanganan kasus tidak cukup hanya berhenti pada proses hukum terhadap terduga pelaku. Pemerintah daerah, kata dia, harus membangun langkah pencegahan yang lebih nyata dan berkelanjutan agar kasus serupa tidak terus berulang.
“Jangan hanya bergerak ketika kasus sudah ramai. Pencegahan harus diperkuat sejak awal dan itu membutuhkan keseriusan semua pihak,” ujar Selly.
Politisi Komisi VIII DPR RI itu juga mendorong Pemerintah Kabupaten Indramayu segera melakukan koordinasi lebih serius dengan aparat penegak hukum, dinas terkait, lembaga pendidikan hingga pihak pendamping korban agar penanganan berjalan terpadu.
Ia menilai persoalan kekerasan seksual terhadap anak bukan masalah sederhana karena dampaknya dapat menghancurkan kondisi psikologis korban dalam jangka panjang. Karena itu, selain penegakan hukum, korban juga membutuhkan pendampingan mental dan lingkungan yang aman selama proses berjalan.
Selly turut menyoroti pentingnya dukungan anggaran dalam upaya perlindungan anak. Menurutnya, pencegahan kekerasan seksual membutuhkan ruang gerak yang besar, mulai dari edukasi masyarakat, penguatan pengawasan lingkungan, hingga sosialisasi yang dilakukan secara konsisten.
“Ini bukan hanya tugas aparat atau pemerintah saja. Akademisi, ulama, tokoh masyarakat sampai lingkungan keluarga harus ikut terlibat dalam pencegahan,” katanya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap dugaan kasus pelecehan seksual terhadap anak yang belakangan ramai diperbincangkan di Indramayu. Kasus itu memicu kekhawatiran publik terkait keamanan anak di lingkungan sosial maupun pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi mereka.
Sejumlah warga berharap aparat dapat mengusut perkara tersebut secara transparan dan profesional tanpa mengabaikan perlindungan terhadap korban. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak menyebarkan identitas maupun informasi pribadi anak karena dapat berdampak buruk terhadap kondisi psikologis korban.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penanganan dan pendalaman terkait dugaan kasus tersebut. Belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan ataupun penetapan pihak terkait dalam perkara itu.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama. Banyak pihak berharap penanganan yang tegas tidak hanya memberi rasa keadilan bagi korban, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk memperkuat perlindungan anak di masa mendatang.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber : Keterangan langsung Selly Andriany Gantina anggota Komisi VIII DPR RI

