TANGSEL | Langit prestasi kembali diterangi cahaya dari Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Serpong. Enam siswanya sukses melangkah ke Pelatihan Nasional (Pelatnas) Tahap 2 Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 gerbang akhir menuju olimpiade sains internasional di enam bidang berbeda.
Mereka bukan sekadar lolos seleksi. Sebelumnya, keenamnya telah menyabet medali pada OSN 2025 yang digelar Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Setelah digembleng di Pelatnas Tahap 1, mereka kembali membuktikan kapasitasnya dan melaju ke Tahap 2 fase krusial sebelum menyandang status resmi sebagai wakil Indonesia di ajang dunia.
Enam talenta luar biasa itu adalah, Muhammad Arya Razan (Kimia), Faris Patria Chariansyah (Fisika), Kevin Narendra A. P. (Astronomi), Nabila Hayyu Azzahra (Biologi), Muhammad Ihsan (Kebumian), Ahmad Rabbani Raja Saputra (Geografi)
Enam bidang, enam mimpi besar, satu misi: membawa Merah Putih berkibar di panggung sains internasional.
Kepala madrasah, Hilal Najmi, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyebut capaian ini sebagai hadiah terindah bagi keluarga besar madrasah.
“Prestasi ini membuktikan bahwa siswa madrasah tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu bersaing di garda terdepan ilmu pengetahuan dan teknologi di tingkat global,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Capaian ini menjadi bukti bahwa madrasah bukan lagi sekadar ruang pembelajaran agama, melainkan inkubator ilmuwan muda. Di ruang-ruang kelas yang sarat nilai spiritual, lahir pemikir-pemikir kritis yang mampu menaklukkan rumus, menembus teleskop astronomi, membaca peta bumi, hingga mengurai misteri kehidupan.
Kini, doa dan dukungan masyarakat menjadi energi tambahan bagi para delegasi muda tersebut. Jika langkah mereka terus mantap, bukan tidak mungkin nama Indonesia akan kembali bergema di panggung olimpiade sains dunia dan kisahnya akan dikenang sebagai bukti bahwa dari madrasah pun, dunia bisa ditaklukkan.(*)

