JAKARTA | Memasuki bulan Ramadan, aneka hidangan takjil mulai bermunculan untuk menemani momen berbuka puasa. Salah satu sajian yang kini kembali digemari masyarakat adalah es puding, hidangan penutup yang menawarkan perpaduan rasa manis dan kesegaran dalam satu sajian.
Di berbagai lapak kuliner musiman hingga usaha rumahan, es puding menjadi pilihan favorit karena teksturnya yang lembut, tampilannya yang berwarna-warni, serta rasanya yang ringan setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Potongan puding biasanya disajikan dengan tambahan sirup, susu, santan, atau gula cair, lalu dipadukan dengan es serut agar semakin menyegarkan.
Para penjual takjil mengaku permintaan es puding meningkat selama Ramadan. Selain rasanya yang disukai semua kalangan, hidangan ini juga dinilai praktis dan cocok disantap setelah makanan utama tanpa terasa terlalu berat.
“Es puding banyak dicari karena segar dan tidak terlalu mengenyangkan. Setelah makan kurma atau gorengan, biasanya orang ingin yang dingin-dingin,” ujar salah seorang pedagang takjil.
Variasi es puding pun semakin kreatif. Banyak yang menambahkan buah segar seperti melon, mangga, atau anggur, serta pelengkap seperti jelly dan biji selasih untuk menambah cita rasa dan tekstur. Kombinasi tersebut membuat es puding tidak hanya menjadi pelepas dahaga, tetapi juga sajian penutup yang menggugah selera.
Selain menjadi favorit pembeli, es puding juga membuka peluang usaha musiman selama Ramadan. Modal yang relatif terjangkau dan proses pembuatan yang sederhana menjadikannya pilihan banyak pelaku UMKM untuk menambah penghasilan di bulan penuh berkah.
Dengan rasa yang manis, tampilan menarik, dan sensasi dingin yang menyegarkan, es puding menjadi salah satu hidangan khas Ramadan yang selalu dinantikan saat azan magrib berkumandang.(*)

