Nuansa Syawal yang masih terasa hangat menjadi latar kebersamaan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu dalam pertemuan yang digelar di Aula Diskominfo, Rabu (8/4/2026). Tidak sekadar ajang silaturahmi, kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan peran perempuan menghadapi tantangan dunia digital yang terus berkembang.
Pertemuan tersebut berlangsung penuh keakraban, mempertemukan para anggota DWP dalam semangat kebersamaan pasca-Idulfitri. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya para ibu, sebagai garda terdepan dalam membangun literasi digital di lingkungan masyarakat.
Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu sekaligus Penasehat DWP, Suwenda, menegaskan bahwa sinergi pembangunan digital tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga ASN.
Menurutnya, peran ibu memiliki posisi strategis dalam membentuk pola penggunaan teknologi yang sehat di lingkungan keluarga.
“Sinergi Diskominfo bukan hanya ASN dan pegawainya, tetapi juga para ibu harus terdepan dalam mendorong literasi digital di Kabupaten Indramayu,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DWP Diskominfo Indramayu, Carwati Basuri Suwenda, menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak di tengah derasnya arus informasi digital. Ia menjelaskan bahwa hadirnya Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) serta Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 menjadi pengingat kuat bagi orang tua untuk lebih aktif melakukan pengawasan.
Ia menekankan, orang tua tidak cukup hanya memahami teknologi, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak agar penggunaan internet berlangsung aman dan bertanggung jawab.
Sebagai bentuk dukungan praktis, Carwati memperkenalkan pemanfaatan aplikasi pengawasan digital seperti Google Family Link yang memungkinkan orang tua memantau aktivitas anak, mengatur durasi penggunaan perangkat, hingga menyaring konten sesuai usia.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa teknologi hanyalah alat bantu. Peran utama tetap berada pada orang tua dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta perlindungan terhadap anak dari berbagai risiko konten negatif di ruang digital.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Indramayu, Heru Susanto, turut memberikan pemaparan teknis mengenai penggunaan Google Family Link serta Wong Reang Apps. Penjelasan tersebut disambut antusias oleh para anggota DWP yang aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait pendampingan anak di era digital.
Pertemuan ini menjadi simbol komitmen bersama bahwa transformasi digital tidak hanya berbicara soal teknologi, tetapi juga tentang kesiapan keluarga dan masyarakat dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan produktif, khususnya bagi generasi muda di Kabupaten Indramayu.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Diolah dari Rilis Diskominfo Indramayu

