Site icon KERIKIL.ID

Kakorlantas Dampingi AHY di JMTC: Rekayasa Lalu Lintas Diperluas hingga Kalikangkung

Fhoto : Korlantas Polri

Kerikil id, Bekasi – Pemerintah bersama Polri terus memperketat pengendalian arus mudik Lebaran dengan strategi rekayasa lalu lintas yang lebih adaptif. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. mendampingi Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan pemantauan langsung di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) Jatiasih, Bekasi, Kamis (19/3).

Pemantauan ini menjadi langkah penting memastikan kelancaran mobilitas pemudik sekaligus mengevaluasi efektivitas rekayasa lalu lintas yang diterapkan di ruas tol utama Trans Jawa.

Dalam arahannya, Kakorlantas menjelaskan bahwa seluruh kebijakan rekayasa lalu lintas dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil analisa dan evaluasi bersama yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Polri, Jasa Marga, dan Kementerian Perhubungan.

Skema pengaturan dimulai dari penerapan contraflow pada lajur 1 dan 2 sebagai tahap awal, kemudian ditingkatkan menjadi sistem one way sepenggal sesuai peningkatan volume kendaraan di lapangan.

“Untuk jalan tol, sesuai SKB tanggal 17 dan 18 dilakukan rekayasa lalu lintas. Parameter penerapan one way diawali dari contraflow lajur 1 dan 2, kemudian dilanjutkan one way sepenggal tahap pertama,” ujar Irjen Pol. Agus.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya menerapkan sistem satu arah dari KM 70 Tol Cikampek hingga KM 188 Tol Cipali, tahun ini cakupan rekayasa diperluas secara signifikan hingga KM 263. Bahkan, apabila lonjakan kendaraan terus meningkat, skema tersebut disiapkan untuk diperpanjang sampai KM 414 arah Kalikangkung.

Secara teknis, rekayasa lalu lintas dilakukan bertahap. Mulai dari contraflow lajur 1 di KM 36 hingga KM 47 disertai penutupan sementara jalur MBZ yang dialihkan ke jalur bawah. Karena arus kendaraan masih tinggi, contraflow kemudian diperluas ke lajur 2 dari KM 47 hingga KM 58.

Kepadatan yang terus meningkat membuat petugas kembali membuka contraflow lajur 3 dari KM 58 hingga KM 70 guna mengurai antrean kendaraan menuju jalur mudik utama.

Ruas KM 36 hingga KM 70 Tol Cikampek menjadi titik perhatian khusus tahun ini karena mengalami lonjakan arus kendaraan yang lebih tinggi dibandingkan periode mudik sebelumnya. Kondisi tersebut menuntut langkah penanganan intensif melalui kombinasi berbagai skema rekayasa lalu lintas.

Dukungan juga datang dari wilayah Jawa Tengah yang memberlakukan sistem one way lokal dari KM 414 hingga arah Ungaran untuk menjaga kelancaran arus kendaraan yang terus bergerak ke timur Pulau Jawa.

“Segmen KM 36 hingga KM 70 memerlukan penanganan khusus karena peningkatan arus cukup tinggi dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, Polda Jawa Tengah juga memberlakukan one way lokal hingga arah Ungaran,” pungkas Kakorlantas.

Langkah terpadu lintas instansi ini diharapkan mampu menjaga perjalanan mudik tetap aman, lancar, dan terkendali di tengah tingginya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Sumber: Korlantas Polri

Editor: Redaksi

Exit mobile version