Kerikil.id, Indramayu – Di saat sebagian besar pemudik memilih kendaraan bermotor atau transportasi umum untuk pulang kampung, Sobur (57) justru menempuh cara berbeda. Pria asal Tangerang itu memilih mengayuh sepeda menuju kampung halamannya di Ponorogo, Jawa Timur, demi merasakan perjalanan mudik yang penuh perjuangan dan makna.
Perjalanan panjang tanpa bantuan mesin tentu bukan perkara mudah. Ratusan kilometer harus ditempuh dengan kekuatan kaki dan ketahanan fisik. Rasa lelah menjadi teman setia di sepanjang perjalanan, terlebih saat arus mudik semakin padat menjelang Lebaran.
Namun perjalanan Sobur sejenak berubah menjadi lebih ringan ketika ia tiba di UPPKB Jembatan Timbang Losarang, Kabupaten Indramayu. Pos layanan tersebut menjadi tempat persinggahan yang memberinya kesempatan memulihkan tenaga sebelum kembali melanjutkan perjalanan jauh.
Di lokasi itu, Sobur memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga terapi ringan untuk meredakan pegal setelah berjam-jam mengayuh sepeda.
“Alhamdulillah di sini bisa cek kesehatan. Kalau pegal-pegal ada terapi juga. Tempatnya nyaman, jadi langsung istirahat,” ujar Sobur sambil memijat kakinya.
Menurutnya, keberadaan pos layanan sangat berarti bagi pemudik yang mengandalkan tenaga fisik, seperti pesepeda maupun pengendara jarak jauh. Fasilitas tersebut membuat perjalanan terasa lebih aman sekaligus memberi kesempatan tubuh untuk kembali bugar.
“Dengan adanya fasilitas ini sangat membantu sekali bagi kami yang mudik pakai kendaraan yang mengeluarkan tenaga,” tambahnya.
Tak lupa, Sobur juga mengajak pemudik lain agar memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan pemerintah daerah, khususnya bagi mereka yang melintasi wilayah Indramayu.
“Kalau lewat Indramayu, sebaiknya istirahat di UPPKB Jembatan Losarang. Fasilitasnya bagus dan sangat membantu,” katanya.
Kehadiran pos layanan mudik ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah dalam mendukung perjalanan masyarakat menuju kampung halaman. Bagi Sobur, tempat tersebut bukan sekadar lokasi istirahat, melainkan “oase” di tengah perjalanan panjang yang melelahkan memberi energi baru untuk melanjutkan kayuhan menuju kampung halaman tercinta.
Sumber: Diskominfo Indramayu
Editor: Redaksi

