banner 728x250
News  

Kecewa Tidak Ditemui Bupati, Para Pedagang Pasar Wanguk Gelar Aksi Duduk Ditengah Jalan 

Kecewa Tidak Ditemui Bupati, Para Pedagang Pasar Wanguk Gelar Aksi Duduk Ditengah Jalan 

oplus_0
banner 120x600
banner 468x60

Kerikil, Indramayu – Ratusan pedagang pasar Wanguk Desa Kedungwungu Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat yang tergabung dalam Aliansi Pedagang Pasar Wanguk kembali menggelar aksi di Pendopo Kabupaten Indramayu, Senin (25/8/2025).

Usai beberapa orang perwakilan peserta aksi yang  masuk ke dalam pendopo untuk melakukan audiensi keluar, nampak raut muka kecewa mewarnai wajah mereka, pasalnya, mereka hanya ditemui oleh Sekda, Plt. Kadis PMD didampingi satpol PP dan Kabag OPS Polres Indramayu.

banner 325x300

Dikatakan Edi Manguntopo, Koordinator Aksi, kegiatan tersebut merupakan aksi susulan kesekian kali karena sampai saat ini, usulan para pedagang terkait penolakan rencana revitalisasi pasar Wanguk belum juga ada kejelasan. Terlebih, pihak Pemdes Kedungwungu tetap bersikukuh agar segera dilakukan revitalisasi pasar Wanguk.

“Sudah beberapa kali kami melakukan aksi dan audiensi. Harapan kami sebenarnya ingin Bupati Indramayu turun langsung menemui kami, namun sampai dengan aksi kali ini, Bupati Indramayu seolah enggan menemui kami,” ucap Edi Manguntopo dengan nada kecewa.

Edi pun menyampaikan, ketidak seriusan Bupati Indramayu dalam menangani persoalan pasar Desa Kedungwungu terlihat dengan masih adanya arogansi pihak Pemdes Kedungwungu yang tetap bersikukuh untuk melakukan pembongkaran pasar.

Para pedang yang kecewa atas hasil audiensi dengan perwakilan Bupati, melakukan aksi duduk ditengah jalan depan gerbang pendopo, namun hingga aksi berakhir, Bupati Indramayu tidak menemui para peserta aksi.

Ami, salah seorang pedagang pasar Wanguk mempertanyakan kenapa  Bupati Indramayu seolah enggan menemui mereka padahal Bupati ada di Pendopo.

“Kami  melakukan aksi duduk ditengah jalan ini sebagai bentuk protes karena Bupati tidak mau menemui kami. Tidak seperti saat kampanye, dia datang ke kami untuk meminta dukungan, dan kami pun menyampaikan aspirasi menitipkan pasar tempat kami mencari nafkah, tapi sekarang pasar akan dibongkar tapi Bupati tidak melakukan tindakan yang nyata untuk membela kami, bahkan menemui kami pun enggan,” ucapnya kesal.(Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *