Keluarga Almarhum Putri, Gelar Do’a Bersama Dan Tabur Bunga Di Depan Kamar Kos

Oplus_16908288

Kerikil, Indramayu — 2 pekan sejak ditemukannya Putri Apriyani (24) tewas dalam kondisi terbakar di kamar kos Afrida 4 Desa Singajaya Indramayu dengan tersangka pembunuhnya seorang oknum anggota Polisi yang merupakan kekasih korban dan saat ini sudah dipecat dari kesatuannya bahkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) namun masih belum juga ditemukan, pihak keluarga korban menggelar tahlil dan do’a bersama  didepan pintu kamar kos korban, Jum’at (22/8/2025).

Selain tahlil dan do’a bersana, pihak keluarga juga menaburkan bunga di depan pintu kamar nomor 9 tempat korban ditemukan tewas.

Dikatakan Toni RM, kuasa hukum korban, acara tersebut dilakukan atas permintaan keluarga korban setelah salah seorang anggota keluarga korban bermimpi bertemu dengan almarhum dan diminta untuk melaksanakan acara tersebut.

“Paman korban, menantunya ada di Jepang, disana dia  bermimpi didatangi almarhum dan meminta agar membawa bunga mawar dan melati ke kamar kosnya,” ungkap Toni.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, lanjut Toni, keluarga korban pun berunding dan akhirnya acara tersebut digelar di depan kamar kos almarhum dengan menggelar tikar dan penaburan bunga pun hanya bisa dilakukan di depan pintu kamar kos karena kamar tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian sehingga tidak boleh disentuh.

“Kemungkinan arwah almarhum masih belum tenang karena pelaku pembunuhan masih belum juga tertangkap sehingga menyampaikan pesannya lewat mimpi ke saudaranya. Hal itu diperkuat dengan kesaksian warga yang kerap mendengar suara tangisan dari kamar TKP Putri tewas saat malam hari,” ujarnya.

Nampak raut kesedihan dan tetesan air mata pada wajah keluarga almarhum terlebih orang tuanya selama proses acara berlangsung.

Tamsin, paman korban berharap pelaku segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Saya ingin pelaku segera ditangkap agar almarhum bisa tenang dialam sana dan pelaku harus dihukum seberat – beratnya karena telah menghilangkan nyawa keponakan saya dengan sangat keji,” ucap Tamsin. (Red)

Exit mobile version