INDRAMAYU | Lapangan Sepak Bola Bima Seraya Lombang berubah menjadi lautan semangat pada laga final Open Tournament Kuwu Cup 2026, Rabu (4/2/2026). Di tengah sorak penonton dan tensi pertandingan yang memuncak, turnamen kebanggaan Desa Lombang itu resmi mencapai klimaksnya.
Turnamen yang digagas Pemerintah Desa Lombang ini diikuti tim-tim sepak bola lokal dari berbagai desa di Kecamatan Juntinyuat. Lebih dari sekadar kompetisi, Kuwu Cup menjelma menjadi ruang silaturahmi, hiburan rakyat, sekaligus panggung bagi generasi muda menyalurkan bakat dan kecintaan terhadap sepak bola.
Sejak peluit awal dibunyikan, atmosfer lapangan terasa hidup. Duel demi duel tersaji sengit, namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Sorak sorai warga tak henti mengiringi setiap peluang dan gol yang tercipta, menandakan betapa kuatnya ikatan emosional antara masyarakat dan sepak bola desa.
Laga puncak ini semakin istimewa dengan kehadiran Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, yang turun langsung menyaksikan pertandingan sekaligus menyerahkan penghargaan kepada para peserta dan pemenang turnamen.
Dalam sambutannya, Wabup Syaefudin menegaskan pentingnya turnamen seperti Kuwu Cup sebagai fondasi pembinaan olahraga di tingkat desa. Menurutnya, kompetisi akar rumput merupakan kunci lahirnya atlet-atlet potensial daerah.
“Selain menjadi hiburan rakyat, turnamen ini juga berfungsi sebagai sarana pembinaan atlet lokal sekaligus memperkuat persatuan antarwarga desa,” ujar Syaefudin.
Hasil akhir mencatat Bhayangkara FC keluar sebagai Juara I, disusul Perselo Lombang sebagai Juara II, dan Tanggul Cilik FC meraih Juara III. Namun lebih dari sekadar piala dan gelar juara, Kuwu Cup 2026 meninggalkan jejak kebersamaan dan harapan akan tumbuhnya sepak bola desa yang semakin berprestasi.
Kuwu Cup Lombang membuktikan bahwa dari lapangan desa, semangat persatuan, sportivitas, dan mimpi besar generasi muda dapat tumbuh dan menyatu. (*)


















