JAKARTA | Lampu motor yang tiba-tiba redup, berkedip, bahkan mati lalu menyala lagi sering dianggap sepele. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem kelistrikan yang jika dibiarkan berpotensi membahayakan pengendara, terutama saat berkendara di malam hari atau cuaca buruk.
Salah satu penyebab paling umum adalah soket lampu yang kendor atau berkarat. Getaran mesin dan jalan yang tidak rata dapat membuat konektor longgar sehingga arus listrik tidak mengalir stabil. Solusinya, periksa soket dan kabel lampu, bersihkan dari karat, lalu pastikan terpasang dengan rapat.
Aki lemah atau mulai soak juga kerap menjadi biang keladi. Tegangan yang tidak stabil membuat lampu kadang terang, kadang redup, bahkan mati sesaat. Cek kondisi aki menggunakan voltmeter; jika tegangannya di bawah standar (biasanya kurang dari 12 volt saat mesin mati), sebaiknya segera diganti.
Selain itu, kiprok (regulator/rectifier) yang bermasalah dapat menyebabkan arus listrik tidak stabil. Komponen ini berfungsi menstabilkan tegangan dari spul ke aki dan sistem kelistrikan. Jika kiprok rusak, lampu bisa sering putus atau berkedip. Solusinya adalah melakukan pengecekan di bengkel dan mengganti kiprok bila terbukti rusak.
Saklar lampu yang aus juga bisa menyebabkan kontak listrik tidak sempurna. Biasanya ditandai dengan lampu yang menyala saat saklar ditekan atau digoyangkan. Membersihkan atau mengganti saklar menjadi langkah paling efektif untuk mengatasi masalah ini.
Untuk mencegah gangguan terulang, lakukan pemeriksaan rutin sistem kelistrikan motor, terutama setelah berkendara di tengah hujan atau melewati jalan berlubang. Kelistrikan yang sehat bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan di jalan raya.(*)

