JAKARTA | Kerusakan lampu sein motor yang mati sebelah kerap dianggap sepele oleh pengendara. Padahal, kondisi ini bisa membahayakan keselamatan karena menghilangkan isyarat arah saat berbelok atau berpindah jalur di jalan raya.
Lampu sein merupakan komponen vital pada sepeda motor yang berfungsi sebagai alat komunikasi antar-pengendara. Saat salah satu lampu tidak berfungsi, pengendara lain sulit membaca arah pergerakan kendaraan, sehingga berisiko menimbulkan kecelakaan, terutama di jalur padat.
Menurut para teknisi, kasus lampu sein mati sebelah cukup sering terjadi dan umumnya disebabkan gangguan ringan pada sistem kelistrikan. Namun jika dibiarkan, kerusakan dapat merembet ke komponen lain.
Beberapa penyebab yang paling umum antara lain bohlam yang sudah putus karena usia pakai, soket lampu yang kendor akibat getaran, hingga kabel yang terkelupas atau terjepit rangka kendaraan. Selain itu, kerusakan juga bisa terjadi pada flasher atau relay sein yang mengatur kedipan lampu, serta saklar sein yang kotor atau aus karena sering digunakan.
“Sering kali hanya karena bohlam mati atau koneksi longgar, tetapi pengendara menunda perbaikan. Padahal fungsi sein sangat penting untuk keselamatan,” ujar seorang mekanik di Indramayu.
Untuk penanganan awal, pengendara disarankan memeriksa kondisi bohlam dan menggantinya jika sudah menghitam, memastikan soket terpasang rapat, serta mengecek kabel agar tidak ada yang putus. Jika lampu tetap tidak menyala, pemeriksaan flasher dan saklar perlu dilakukan di bengkel.
Perawatan berkala menjadi langkah pencegahan agar kerusakan tidak terulang. Pengendara dianjurkan rutin mengecek seluruh lampu kendaraan, menghindari genangan air yang dapat merusak kelistrikan, serta melakukan servis secara terjadwal. (*)

