Kerikil.id | Indramayu – Kemajuan pendidikan ternyata belum sepenuhnya dirasakan semua kalangan. Di sejumlah pelosok desa di Indramayu, masih banyak anak yang harus berhenti sekolah akibat tekanan ekonomi dan persoalan keluarga.
Dari keresahan itulah, PKBM Al Hikmah hadir menjadi tempat kedua untuk menjemput kembali masa depan yang sempat terputus.
Di usia yang seharusnya dipenuhi semangat belajar dan mengejar cita-cita, sebagian generasi muda justru terpaksa membantu orang tua bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kondisi tersebut membuat mereka tidak mampu mengikuti pendidikan formal secara normal.
Fenomena itu kerap ditemukan Kasnali, pengurus Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Hikmah yang juga berprofesi sebagai guru Bimbingan Konseling di SMPN 1 Gabuswetan.
Dengan mengendarai sepeda motor, ia kerap menyusuri jalan-jalan desa hingga pelosok wilayah untuk mendatangi rumah warga yang anaknya putus sekolah. Baginya, pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena persoalan ekonomi.
“Kebetulan saya juga sebagai guru BK di SMPN 1 Gabuswetan. Saat sering turun langsung ke lapangan, banyak ditemukan anak putus sekolah, terutama karena faktor ekonomi keluarga,” ujar Kasnali saat ditemui di kediamannya, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, persoalan ekonomi masih menjadi penyebab utama tingginya angka putus sekolah di sejumlah wilayah pedesaan. Selain itu, faktor pergaulan dan kondisi keluarga yang tidak harmonis juga turut memengaruhi keberlangsungan pendidikan anak.
Berangkat dari kondisi tersebut, PKBM Al Hikmah berupaya memberikan kesempatan kedua bagi warga yang putus sekolah agar tetap dapat memperoleh pendidikan melalui program kesetaraan Paket B dan Paket C.
Kasnali mengatakan, banyak peserta didik yang awalnya kehilangan harapan untuk melanjutkan pendidikan, kini mulai kembali percaya diri setelah mengikuti program belajar di PKBM.
“Sayang sekali di zaman sekarang masih banyak yang tidak punya ijazah karena berbagai faktor. Alhamdulillah dengan adanya PKBM Al Hikmah, mereka yang sebelumnya putus sekolah kini bisa memiliki ijazah,” katanya.
PKBM Al Hikmah yang berada di Desa Babakan Jaya Blok Kandanghaur, Kecamatan Gabuswetan, telah aktif membantu warga sejak tahun 2021. Selain menjadi tempat belajar, lembaga tersebut juga menjadi ruang harapan baru bagi masyarakat desa yang ingin memperbaiki masa depan melalui pendidikan.
Bagi sebagian warga, ijazah bukan sekadar lembaran kertas, melainkan pintu untuk memperoleh pekerjaan yang lebih layak dan memperbaiki taraf hidup keluarga.
“Alhamdulillah dengan adanya PKBM, yang tadinya putus sekolah sekarang punya ijazah Paket B dan Paket C. Setidaknya itu bisa menjadi bekal untuk bekerja di perusahaan dan memperbaiki kehidupan mereka,” ungkap Kasnali.
Di tengah keterbatasan yang dihadapi masyarakat desa, perjuangan kecil yang dilakukan PKBM Al Hikmah menjadi bukti bahwa pendidikan tetap bisa hadir bagi siapa saja yang ingin memperjuangkan masa depan.
Kasnali berharap keberadaan PKBM Al Hikmah dapat terus membantu generasi muda yang putus sekolah agar kembali memiliki semangat belajar dan kesempatan meraih kehidupan yang lebih baik.
“Semoga adanya PKBM Al Hikmah bisa membantu mereka yang putus sekolah agar memiliki taraf hidup yang lebih baik lagi,” tuturnya penuh harap.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Min.co.id

