banner 728x250
News  

Miris, Layanan Kesehatan Pustu Desa Kedungwungu Terusir untuk KDMP

Miris, Layanan Kesehatan Pustu Desa Kedungwungu Terusir untuk KDMP

Fhoto : Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

Kerikil.id, Indramayu – Rencana alih  fungsi lahan dan bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Kedungwungu Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat untuk dijadikan bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menuai keprihatinan dan kecaman dari banyak pihak.

Hal itu ramai diperbincangkan oleh warga net usai rencana alih fungsi Pustu Desa Kedungwungu diunggah oleh salah satu akun Facebook @Alif Alifah, Kamis, 26 Maret 2026.

banner 325x300

Dalam video unggahannya yang berdurasi 0,56 menit memperlihatkan beberapa tenaga kesehatan sedang membereskan peralatan untuk pindah.

“Coba komen gaesz, ini kemajuan apa kemunduran buat bangsa kita tercinta? Puskesmas pembantu harus digusur buat koperasi merah putih yang belum jelas. Padahal disini ada nyawa yang tertolong dan ada yang sakit terobati karena kejauhan kalau harus ke puskemas bugis,” tulis akun @Alif Alifah dalam postingannya.

Cuitan tersebut pun mendapatkan reaksi beragam dan banyak dikomentari oleh warga net. Diantaranya oleh akun @Rokhim Rohidi. Dikatakannya, keberadaan Pustu Kedungwungu sangat jelas dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar yang jauh dari Puskesmas Induk untuk memperoleh layanan kesehatan.

“Puskesmas pembantu ( Pustu ) kedungwungu sudah jelas dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, khususnya masyarakat Desa Wanguk dan Kedungwungu…… KDMP ?,” tulis akun @Rokhim Rohidi.

Salah seorang warga Desa Kedungwungu, Nana, sangat menyayangkan adanya alih fungsi tersebut. Menurutnya, masih ada beberapa lahan yang merupakan aset Desa Kedungwungu yang bisa digunakan untuk  dibangun gedung KDMP.

“Selama ini Pustu Kedungwungu masih berfungsi aktif untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Kalau dibongkar dan dialihfungsikan maka masyarakat sekitar yang kurang mampu harus menempuh jarak yang cukup jauh, yakni ke Puskesmas Bugis untuk mendapatkan layanan kesehatan,” ucapnya melalui saluran telepon, Jum’at (27/3/2026).

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak – pihak yang berwenang terkait persoalan tersebut.

(Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *