Kerikil.id, Indramayu – Dugaan kasus pelecehan terhadap siswa kembali mencuat di Kabupaten Indramayu. Kali ini, peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Anjatan.
Seorang orang tua berinisial TN (35) mengaku anaknya, SG (14), yang masih duduk di bangku kelas VII, diduga menjadi korban tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh seorang oknum guru yang juga pembina kegiatan ekstrakurikuler di sekolah tersebut.
Menurut TN, perubahan perilaku anaknya mulai terlihat dalam beberapa bulan terakhir. SG yang sebelumnya aktif mengikuti kegiatan sekolah, tiba-tiba enggan mengikuti pelajaran tertentu maupun kegiatan ekstrakurikuler.
“Awalnya anak saya tidak mau bercerita, tapi menjelang Idulfitri akhirnya mengaku pernah mengalami perlakuan tidak pantas dari oknum guru tersebut di rumah terduga pelaku,” ujar TN saat ditemui, Minggu (12/4/2026).
TN menuturkan, dugaan peristiwa tersebut terjadi beberapa waktu lalu. Setelah mendengar pengakuan anaknya, ia mencoba mencari informasi dan mendatangi pihak sekolah, namun belum mendapatkan keterangan langsung dari kepala sekolah.
Ia juga sempat mendatangi pihak kepolisian setempat untuk berkonsultasi terkait langkah yang harus ditempuh. TN mengaku diarahkan untuk menunggu proses pendalaman sebelum membuat laporan resmi.
Sementara itu, seorang warga lainnya berinisial ML (21) juga menyampaikan dugaan serupa yang dialami keponakannya, NK, yang masih bersekolah di tempat yang sama. Dugaan tersebut diketahui setelah ML menemukan percakapan di telepon genggam korban.
“Keponakan saya akhirnya mengaku pernah mengalami perlakuan tidak pantas pada tahun lalu disalah satu ruangan sekolah,” ungkap ML.
ML mengaku telah mencoba melaporkan kejadian tersebut kepada pihak sekolah. Ia menyebut pihak sekolah menyampaikan bahwa oknum guru yang dimaksud sudah tidak lagi aktif mengajar.
Namun demikian, ML berencana menempuh jalur hukum agar kasus tersebut dapat diproses lebih lanjut.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak sekolah yang dikonfirmasi melalui pesan singkat belum memberikan tanggapan resmi.
Sementara itu, pihak kepolisian diharapkan dapat segera melakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran informasi yang beredar serta memberikan perlindungan kepada pihak-pihak yang diduga menjadi korban.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Liputan langsung


















