Site icon KERIKIL.ID

Pengisian Solar Bersubsidi dengan Jerigen Terpantau di SPBU Eretan Kulon

Fhoto : Redaksi Kerikil.id

Kerikil.id – Indramayu – Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar menggunakan jerigen di salah satu SPBU wilayah Kabupaten Indramayu kembali terpantau berlangsung di lapangan. Kondisi tersebut terlihat di SPBU Pertamina 34.452.04, Desa Eretan Kulon Kecamatan Kandanghaur.

Di lokasi, sejumlah kendaraan jenis becak motor (cator) dan kendaraan lainnya terlihat mengantre untuk mendapatkan layanan pengisian solar subsidi. Masing-masing membawa jerigen berkapasitas sekitar 30–35 liter yang kemudian diisi di area SPBU.

Seorang pengemudi cator yang ditemui mengaku hanya berperan sebagai pengangkut jerigen ke sejumlah lokasi tujuan. Ia menyebut mendapatkan imbalan dari setiap jerigen yang diantarkan.

“Saya hanya antar saja, upahnya sekitar sepuluh ribu per jerigen. Biasanya bisa dua sampai tiga kali jalan dalam sehari,” ujarnya.

Ia menambahkan, aktivitas tersebut sudah berlangsung cukup lama dan dilakukan secara terbuka. Namun, ia tidak mengetahui secara pasti pemanfaatan akhir dari BBM yang dibawanya.

Sementara itu, petugas SPBU bernama Adi menjelaskan bahwa pelayanan pengisian BBM tetap dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, yakni melalui verifikasi dokumen dan barcode.

“Selama dokumen dan barcode sesuai, kami layani. Biasanya untuk kebutuhan nelayan atau pertanian,” katanya, Senin (27/4/2026).

Meski demikian, pihak SPBU tidak merinci lebih jauh terkait kuota maupun alur distribusi BBM setelah keluar dari lokasi pengisian.

Berdasarkan pantauan di lapangan, jerigen yang telah terisi terlihat diangkut ke beberapa titik berbeda. Salah satunya ke area bangunan di wilayah Blok Perumnas dan Blok Kebon, Desa Eretan Kulon, yang berdasarkan keterangan warga sesekali terlihat adanya aktivitas kendaraan keluar masuk.

Fhoto : Redaksi Kerikil.id

Sejumlah warga menyebut kendaraan berukuran besar seperti mobil boks masih kerap terlihat berhenti di sekitar lokasi tersebut pada waktu tertentu.

“Kadang ada mobil boks datang, tapi kami tidak tahu isinya apa,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak terkait mengenai mekanisme distribusi lanjutan BBM bersubsidi di wilayah tersebut.

Aktivitas ini menjadi perhatian masyarakat di tingkat lokal terkait pola penyaluran BBM subsidi agar tetap sesuai dengan ketentuan peruntukan, khususnya bagi sektor yang telah ditetapkan seperti nelayan dan pertanian.

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber : Liputan Langsung

Exit mobile version