Kapolsek Bandara Mozes Kilangin, Ipda Yusran Jaya Milu, mengungkapkan kronologi kejadian. Pesawat lepas landas dari Bandara Mozes Kilangin Timika pukul 13.13 WIT menuju Bandara Derapos, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Pesawat membawa 870 kilogram beras Bulog untuk kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman.
Namun, sekitar pukul 15.20 WIT, saat berada di sekitar 300 meter dari runway 12, pesawat mengalami gangguan mesin dan gagal melakukan pendaratan normal. Akhirnya, pilot memutuskan melakukan pendaratan darurat di area final approach bandara.
“Pesawat mengalami gagal landing di ujung runway 12 dan mendarat darurat di area final approach. Saat ini proses evakuasi pesawat belum bisa dilakukan, masih menunggu tim KNKT dari Jakarta. Untuk sementara hanya dipasang police line di lokasi kejadian,” jelas Ipda Yusran.
Beruntung, seluruh awak pesawat dinyatakan selamat dan telah dievakuasi dalam kondisi baik.
Data penerbangan menyebutkan, pesawat dengan callsign PK-SNU itu beroperasi dengan rute reguler pedalaman Papua, di antaranya Nabire – Bilorai – Pogapa – Ilaga – Mulia – Timika – Agandugume – Waghete – Beoga – Nabire – Jila – Arowanop Dou – Kokonao – Tsinga – Bugalaga – Pagamba – Bayabiru – Nduga – Sinak – Jita – Agimuga.
Insiden ini menambah daftar panjang tantangan penerbangan di wilayah Papua yang dikenal memiliki medan ekstrem serta cuaca yang kerap berubah cepat. Saat ini, pihak berwenang masih melakukan pengamanan lokasi sembari menunggu investigasi lebih lanjut dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).(**)