Site icon KERIKIL.ID

PORSADIN III Kota Kediri Resmi Dibuka, 300 Santri Berlomba Menggapai Prestasi dan Menjaga Akhlak

Foto: Chandra/Min.co.id

Kerikil.id | Kediri – Suara lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di lingkungan Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah 3, Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Sabtu malam (20/6/2026). Di tengah semangat para santri yang datang dari berbagai penjuru kota, Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) III Kota Kediri resmi dibuka sebagai panggung lahirnya generasi Qurani yang berprestasi sekaligus berkarakter.

Sebanyak 300 santri Madrasah Diniyah (Madin) dari berbagai lembaga pendidikan Islam di Kota Kediri ambil bagian dalam ajang yang berlangsung pada 20–21 Juni 2026 tersebut. Mengusung tema “Berkhidmah Bersama Madrasah Diniyah, Membangun Karakter Bangsa”, kegiatan ini menjadi ruang bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam bidang olahraga, seni, dan keagamaan.

Pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan atraksi pencak silat yang memukau para tamu undangan dan peserta. Sorak semangat para santri menambah hangat suasana, mencerminkan optimisme generasi muda yang siap membawa nama baik daerah melalui prestasi.

Wakil Wali Kota Kediri, Qowimudin Toha, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa madrasah diniyah memiliki peran penting dalam membentuk karakter bangsa. Menurutnya, santri merupakan generasi yang tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga akhlak dan nilai-nilai kehidupan.

“Santri adalah generasi yang lengkap, berilmu, berakhlak, dan kaya prestasi. Karakter bangsa dibangun dari Madrasah Diniyah, tempat anak-anak belajar menghormati guru, mencintai Al-Qur’an, serta menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kediri untuk terus mendukung keberadaan madrasah diniyah dan pondok pesantren sebagai mitra strategis dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas.

Sementara itu, Perwakilan Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri, H. Agung Riyanto, mengapresiasi terselenggaranya PORSADIN III yang dinilai bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana membangun mental juara, sportivitas, dan karakter para santri.

“Keluarga Besar Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Wali Barokah Kota Kediri mengucapkan selamat dan sukses atas pembukaan PORSADIN III Kota Kediri,” ungkapnya.

Menurutnya, Ponpes Wali Barokah turut mengirimkan peserta pada lima cabang lomba, mulai dari MTQ, murottal, lari, hingga cabang lainnya yang telah dipersiapkan secara maksimal.

Ketua DPC FKDT Kota Kediri, KH Melvien Zainul Asyiqien, melalui Sekretaris FKDT Kota Kediri Fakhrur Rozi, menjelaskan bahwa PORSADIN III diikuti oleh 300 peserta dari 30 Madrasah Diniyah yang berasal dari total 98 Madrasah Diniyah di Kota Kediri.

Para peserta yang berusia antara 7 hingga 13 tahun akan berkompetisi dalam 13 cabang lomba, terdiri atas tiga cabang olahraga yakni bulu tangkis, tenis meja, dan lari sprint, serta sepuluh cabang seni dan keagamaan seperti MTQ, tahfidz, pidato, bahasa Arab, bahasa Indonesia, dan berbagai lomba lainnya.

“Setelah perlombaan selesai, para juara akan mendapatkan pembinaan khusus selama dua bulan sebagai persiapan menghadapi PORSADIN tingkat Jawa Timur di Kabupaten Lumajang pada September mendatang,” jelas Fakhrur.

Ajang ini menjadi harapan baru bagi lahirnya santri-santri berprestasi yang mampu membawa nama Kota Kediri ke tingkat provinsi hingga nasional. Lebih dari sekadar kompetisi, PORSADIN menjadi ruang pembelajaran tentang kerja keras, kedisiplinan, sportivitas, dan semangat menggapai cita-cita.

Di tengah perkembangan zaman yang terus berubah, semangat para santri yang memenuhi arena perlombaan menjadi bukti bahwa pendidikan diniyah tetap memiliki peran penting dalam membentuk generasi masa depan yang cerdas, berkarakter, dan berakhlakul karimah.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Kerikil.id
Sumber: Wawancara Langsung

Exit mobile version