Kerikil | Nuansa hangat kebersamaan terasa dalam kegiatan Halalbihalal Keluarga Besar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) dan Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Kabupaten Indramayu yang digelar di Aula PWRI Kabupaten Indramayu, Sabtu (4/4/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi pengabdian para senior bangsa pasca perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Acara yang dihadiri Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, berlangsung penuh keakraban dengan diikuti para anggota PWRI dan LLI dari berbagai wilayah di Kabupaten Indramayu. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antaranggota dan pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Syaefudin menyampaikan apresiasi atas dedikasi para anggota PWRI yang selama masa pengabdiannya telah berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan daerah. Menurutnya, pengalaman serta kebijaksanaan para purnabakti merupakan modal sosial yang sangat berharga.
“Para anggota PWRI telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara. Pengalaman dan dedikasinya menjadi aset berharga bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah memandang PWRI sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting dalam memberikan masukan, saran, serta pemikiran konstruktif demi kemajuan Kabupaten Indramayu.
Syaefudin berharap sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi para senior tersebut terus terjalin, terutama dalam mendukung program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan makna Halalbihalal sebagai tradisi sosial yang memiliki nilai persatuan. Menurutnya, menjaga silaturahmi merupakan fondasi penting dalam membangun harmoni sosial di tengah masyarakat.
“Momentum Halalbihalal ini tidak hanya sebagai ajang saling memaafkan, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan dan membangun harmoni sosial,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Syaefudin mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk PWRI dan LLI, untuk bersama-sama mendukung visi pembangunan Kabupaten Indramayu “Indramayu REANG” (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong) sebagai arah pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan ditutup dengan ramah tamah antar peserta, mencerminkan semangat kebersamaan lintas generasi dalam menjaga nilai persaudaraan serta kontribusi bagi pembangunan daerah.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Diolah dari Rilis Diskominfo Indramayu

