banner 728x250

Sintren, Kesenian Bernuansa Mistis dari Cirebon Yang Masih Lestari

banner 120x600
banner 468x60

Kerikil, Cirebon – Tarian Sintren adalah salah satu kesenian tradisional yang ada di Cirebon, Jawa Barat. Sebagian orang meyakini jika tarian sintren ini merupakan suatu bentuk kesenian yang mengandung unsur mistis.

Dalam pementasannya, tarian sintren adalah sebuah seni tari yang dibawakan oleh seorang wanita dan didampingi satu orang dalang. Sama seperti seni tari pada umumnya, tarian sintren juga turut diiringi oleh alunan musik.

banner 325x300

Selain itu, dalam kesenian tari sintren, juga terdapat beberapa orang wanita yang bertugas sebagai penari pengiring.

Salah satu warga Kedawung Cirebon, Supriyadi (54) mengatakan, tarian sintren merupakan salah satu bentuk kesenian rakyat yang terdapat di beberapa daerah pesisir pantai, salah satunya di Cirebon.

“Kesenian tarian sintren ini awalnya dimainkan oleh sekelompok anak-anak muda saat mereka sedang menunggu ayahnya pulang melaut,” kata supriyadi, jumat (8/8/2025)

Dalam proses pementasan kesenian ini, seorang wanita yang menjadi penari sintren akan lebih dulu diikat dengan tali dan dimasukkan ke dalam sebuah kurungan yang di tutup oleh kain.

Beberapa saat kemudian, sang penari sintren pun akan keluar dengan kondisi tubuh yang sudah terlepas dari ikatan. Selain itu, saat keluar dari kurungan, penampilan sang penari pun telah berubah. Ia keluar dengan mengenakan pakaian khusus dan berkacamata hitam.

Seirama dengan alunan musik yang mengiringinya, seorang penari sintren akan terus melenggak-lenggok melakukan gerakan tarian. Namun ketika ada penonton yang melemparkan uang dan tepat mengenai tubuh si penari, maka penari sintren akan terjatuh.

Di saat itu, seorang dalang yang mendampingi, kemudian akan kembali mendirikan tubuh si penari sintren. Begitu pun seterusnya.

Dahulunya, kata dia, kesenian tari sintren hanya dipentaskan di waktu-waktu tertentu, tepatnya pada saat malam bulan purnama. Sebab, saat itu belum ada teknologi penerangan atau pencahayaan seperti sekarang.

Namun, kini pementasan tari sintren tidak lagi hanya dilakukan pada malam bulan purnama, melainkan dapat juga dipentaskan pada siang hari dan bertujuan untuk menghibur wisatawan serta memeriahkan acara hajatan.

Sintren adalah kesenian tari tradisional yang berasal dari pesisir utara Jawa Barat dan Jawa Tengah, khususnya di daerah Cirebon dan Indramayu. Kesenian ini dikenal karena unsur mistis atau magis yang terkandung di dalamnya. Sintren melibatkan ritual khusus dan dipercaya melibatkan roh atau kekuatan spiritual dalam penampilan penarinya.

Sebelum pertunjukan, penari sintren biasanya menjalani ritual tertentu, seperti puasa atau membaca doa-doa.

Penari sintren seringkali dimasukkan ke dalam kurungan yang ditutup kain sebelum menari, melambangkan proses transformasi atau perubahan.

Penari sintren mengenakan kostum khusus dan kacamata hitam selama pertunjukan, yang menambah daya tarik dan keunikan penampilan.

Masyarakat percaya bahwa penari sintren dirasuki oleh roh atau kekuatan spiritual saat menari, yang memungkinkan mereka menari dengan gerakan yang indah dan sulit dilakukan oleh orang biasa.

“Sintren adalah bagian dari warisan budaya yang perlu dilestarikan,”ujar Supriyadi.

Sintren sering ditampilkan dalam acara-acara tertentu sebagai ungkapan rasa syukur atau permohonan keselamatan. Dalam perkembangannya, sintren juga digunakan sebagai media untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan dan pesan moral kepada masyarakat. (Uri damuri)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *