banner 728x250
News  

Tarawih Perdana di IKN, Menag Tegaskan Peran Nusantara sebagai Simpul Islam Asia Tenggara

banner 120x600
banner 468x60

NUSANTARA | Pelaksanaan salat tarawih di Masjid Negara IKN tidak hanya menjadi bagian dari ibadah Ramadan, tetapi juga menandai langkah strategis Indonesia dalam menyiapkan Nusantara sebagai pusat pertemuan dan mediator kerja sama Islam kawasan Asia Tenggara.

Salat tarawih tersebut diikuti Menteri Agama Nasaruddin Umar yang sebelumnya juga melaksanakan salat Jumat serta kegiatan penanaman pohon di kawasan masjid sebagai simbol pembangunan berkelanjutan di ibu kota baru.

banner 325x300

Masjid Negara IKN berdiri di atas lahan seluas 76.647 meter persegi, terdiri dari empat lantai dan dua mezzanine, serta mampu menampung sekitar 29.000 jemaah. Kehadiran masjid ini dirancang bukan hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai ruang peradaban dan diplomasi keagamaan.

Usai tarawih, Menag mengungkapkan bahwa rangkaian program Ramadan di IKN akan dilaksanakan secara terintegrasi dengan negara-negara Asia Tenggara melalui kegiatan bersama lintas negara.

Menurutnya, peringatan Nuzulul Quran akan digelar secara nasional dari IKN dan diikuti secara langsung oleh masjid-masjid di kawasan, termasuk pelaksanaan takbir yang dilakukan serentak.

“Nanti takbirnya juga takbir paralel antara Istiqlal, IKN, dan juga masjid-masjid Asia Tenggara,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Kerja sama tersebut berada dalam kerangka forum MABIMS, yang selama ini menjadi wadah kolaborasi Menteri Agama di kawasan Asia Tenggara, serta melibatkan sejumlah wilayah sebagai pengamat.

Forum ini dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat moderasi beragama, pertukaran keilmuan, dan penyelarasan kalender serta kegiatan keagamaan lintas negara.

Menag menegaskan bahwa kehadiran Masjid Negara IKN akan memperkuat posisi Indonesia sebagai penghubung (mediator) peradaban Islam Asia Tenggara melengkapi peran historis Masjid Istiqlal yang selama ini menjadi simbol diplomasi keagamaan nasional.

“Nusantara kita siapkan sebagai titik temu baru, bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga pusat kolaborasi umat Islam kawasan,” tegasnya.

Dengan konsep tersebut, pembangunan IKN tidak semata menghadirkan infrastruktur fisik, melainkan juga membangun ekosistem spiritual, budaya, dan kerja sama internasional yang menempatkan Indonesia sebagai jangkar harmoni Islam di Asia Tenggara. (*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *