Kerikil.id | Indramayu – Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru menyisakan cerita unik dan menggelitik. Puluhan orang tua murid baru kedapatan melakukan aksi rebutan bangku kelas paling depan hingga rela datang ke sekolah membawa anak mereka sejak subuh.
Fenomena ini rutin terjadi setiap tahun saat hari pertama siswa baru masuk sekolah. Suasana ruang kelas satu sekolah dasar terpantau sudah riuh sejak pukul 04.30 WIB, Senin (13/7/2026).
Demi mengamankan posisi strategis untuk sang anak, para orang tua menggunakan berbagai taktik unik. Mulai dari menempelkan kertas nama dengan lakban, mengikat meja menggunakan tali rafia, hingga sengaja meninggalkan tas bekal di atas meja.
Ekspresi wajah cerita dan penuh kegembiraan terpancar pada wajah para orang tua dan anaknya menyambut hari pertama masuk sekolah meski harus rela bangun dari tempat tidur lebih awal.
Salah seorang tua murid baru, mengaku sengaja berangkat dari rumah setelah sholat Subuh demi mendapatkan bangku paling depan untuk anak laki-lakinya.
“Saya sengaja datang jam 5 kurang, Mas. Ternyata di gerbang sekolah sudah antre kayak mau nonton konser musik. Ini demi anak saya yang badannya agak kecil. Kalau duduk di belakang, takutnya dia tidak kelihatan papan tulis dan malah asyik mengobrol sendiri,” ujarnya sambil tertawa kecil menceritakan perjuangannya.
Fenomena tahunan ini dipicu oleh kekhawatiran klasik para orang tua. Selain faktor tinggi badan anak, masih banyak wali murid yang percaya pada mitos lama bahwa duduk di baris paling depan otomatis membuat anak lebih fokus dan cepat pintar.
Semua orang tua tentu selalu berharap yang terbaik untuk anaknya. Mereka pun berharap agar anak mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter baik, serta menemukan kegembiraan dalam belajar. Momentum ini bukan sekadar tentang mengejar nilai akademik, melainkan fondasi awal bagi tumbuh kembang emosional dan sosial anak di luar rumah.
Penulis : Redaksi Editor : Redaksi
Sumber : Liputan langsung SD Negeri di Haurgeulis
