Kerikil.id | Indramayu — Sekop di tangan Arja terus bergerak di antara adukan beton yang mulai memenuhi badan Jembatan Beton Garuda di Blok Kubanggading Utara, Desa Cipancuh, Kecamatan Haurgeulis, Jumat (7/8/2026) sore.
Bagi warga setempat, pekerjaan itu bukan sekadar mengecor sebuah jembatan. Ada harapan lama yang perlahan kembali menemukan jalannya setelah akses penghubung di wilayah tersebut mengalami kerusakan.
Arja, salah seorang warga, mengaku pembangunan jembatan tersebut telah lama dinantikan masyarakat. Ia bahkan ikut turun langsung dalam proses pengecoran bersama warga lainnya.
“Sudah lama sekali kami mendambakan jembatan yang kokoh seperti ini. Dulu jembatan ini rusak parah dan dibiarkan cukup lama, sehingga akses aktivitas kami sangat terbatas dan serba susah. Alhamdulillah, harapan kami akhirnya mendapat perhatian,” ujar Arja.
Sore itu, sekitar 35 warga bersama personel Koramil 1615/Haurgeulis dan unsur pemerintah desa bergantian mengerjakan pengecoran. Pekerjaan dimulai sekitar pukul 16.30 WIB, ketika sebagian warga mulai menyelesaikan aktivitas hariannya.
Suasana gotong royong pun terasa. Ada yang mengaduk material, membawa bahan bangunan, meratakan beton, hingga membantu pekerjaan lain di sekitar lokasi.
Bagi warga, keberadaan jembatan memiliki arti penting karena berkaitan dengan aktivitas sehari-hari. Akses yang lebih baik diharapkan memudahkan mobilitas warga, termasuk perjalanan menuju lahan pertanian maupun aktivitas pendidikan dan ekonomi.
Danramil 1615/Haurgeulis Kapten Inf. Dadang Iskandar mengatakan, pengerjaan jembatan tersebut menjadi kesempatan bagi TNI untuk ikut membantu masyarakat melalui kegiatan di lapangan.
“Kami tahu bagaimana kesulitan warga selama jembatan ini rusak. Karena itu, begitu program ini berjalan, kami bersama unsur pemerintah desa langsung bergerak. Melihat warga ikut bekerja bersama anggota Koramil, tentu menjadi semangat tersendiri bagi kami,” kata Dadang.
Kegiatan tersebut juga diikuti Perwira Kodim 0616/Indramayu Kapten Czi. Ashari dan Kapolsek Haurgeulis AKP Saefullah, S.H., M.A.P., bersama personel Koramil, perangkat desa, dan masyarakat.
Kehadiran aparat dan warga dalam satu pekerjaan yang sama membuat pengecoran jembatan sore itu berlangsung dalam suasana kebersamaan. Tidak ada sekat antara mereka yang datang sebagai aparat maupun warga yang sehari-hari akan menggunakan jembatan tersebut.
Di tengah pekerjaan, Arja kembali melihat ke arah jembatan yang perlahan berubah bentuk. Beton yang dituangkan sore itu menjadi bagian dari akses yang selama ini dinanti masyarakat.
“Yang penting sekarang kami berharap jembatan ini cepat selesai dan bisa digunakan dengan baik. Semoga ke depan aktivitas warga menjadi lebih mudah,” ujarnya.
Pembangunan Jembatan Beton Garuda di Desa Cipancuh pada akhirnya bukan hanya soal beton yang mengeras menjadi sebuah konstruksi. Bagi warga, jembatan itu adalah akses yang diharapkan mampu menghubungkan kembali aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah.
Dan di antara sekop, semen serta keringat warga yang bekerja hingga sore, harapan itu perlahan mulai mendapatkan bentuknya.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Kerikil.id
Sumber: Wawancara dan hasil pemantauan kegiatan di lokasi
