Kerikil.id | Indramayu – Suasana di Gedung Serba Guna Djoeyland Janji Jiwa Caffe Haurgeulis mendadak riuh pada Sabtu pagi (10/10/2026). Suara tawa, obrolan antusias, dan gemerisik kain memenuhi ruangan.
Hari itu, sebanyak 156 perempuan dari berbagai pelosok Haurgeulis berkumpul dengan satu harapan yang sama mengubah nasib dan menjadi lebih mandiri.
Mereka adalah para peserta kursus gratis yang diinisiasi oleh Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Ranting Haurgeulis, bekerja sama dengan PKK Haurgeulis. Langkah kaki mereka dipenuhi tekad untuk menyerap ilmu baru, mulai dari seni memotong kain dalam kelas menjahit hingga ketelitian merangkai hiasan dalam kelas hantaran.
Bagi sebagian besar peserta, kesempatan ini bak oase. Pasalnya, kursus ini tidak memungut biaya sepeser pun. Sebanyak 100 peserta menjahit dan 56 peserta hantaran akan langsung dibekali dengan paket bahan serta peralatan praktik gratis yang siap mereka gunakan untuk melatih diri.
Semangat kerelaan ini lahir dari ketulusan para pengurus dan anggota IWAPI Haurgeulis. Ketua Panitia Pelaksana, Tantriani, membocorkan rahasia di balik layar bahwa seluruh pergelaran ini tidak menggunakan dana sponsor luar atau bantuan pemerintah.
“Seluruh anggaran kegiatan ini murni hasil swadaya, patungan dari kantong pribadi para pengurus dan anggota IWAPI Haurgeulis. Kami hanya ingin melihat perempuan di sekitar kami maju,” ujar Tantriani.
Bukan sekadar memberi kail dan umpan, IWAPI Haurgeulis juga memikirkan masa depan para perempuan ini setelah kelas usai. Ketua IWAPI Ranting Haurgeulis, Dr. Dra. Hj. Siti Ubaidah, M.M., menegaskan komitmen jangka panjang organisasi yang dipimpinnya.
“Tujuan kami tidak mau setengah-setengah. Kami ingin mereka sampai mahir. Setelah mereka bisa menghasilkan karya, kami tidak akan melepas mereka begitu saja. IWAPI akan hadir untuk memfasilitasi dan mendampingi proses pemasaran produk mereka,” tutur Dr. Dra. Hj. Siti Ubaidah penuh optimisme.
Langkah mulia ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari berbagai instansi. Hadir di lokasi perwakilan dari Disnaker, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, pihak Kecamatan Haurgeulis, hingga pengurus IWAPI tingkat Provinsi Jawa Barat. Acara ini pun dibuka langsung oleh Ketua IWAPI Kabupaten Indramayu, Dr. Ir. Hj. Hanifah Handayani, M.T.
Selain dibekali keterampilan tangan (skill), para perempuan ini juga ditempa mentalnya melalui seminar bertajuk “Perempuan Tangguh di Era Digital: Mengubah Tantangan Menjadi Peluang”.
Di tengah gempuran teknologi, para ibu rumah tangga dan remaja putri di Haurgeulis ini diajak untuk tidak sekadar menjadi penonton gadget, melainkan memanfaatkannya sebagai etalase toko online mereka kelak. Hari itu, di sudut sebuah tempat hiburan keluarga di Haurgeulis, sebuah gerakan perubahan kecil telah dimulai. Di tangan-tangan terampil perempuan inilah, masa depan ekonomi keluarga Indramayu sedang dijahit dan dirangkai menjadi peluang nyata.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Kerikil.id
Sumber: Liputan Langsung
