Jembatan dan Air Bersih Masuk Desa, Negara Hadir di Cibeber Indramayu

banner 468x60

kerikil.id | Indramayu — Ketika akses jalan terputus dan air bersih sulit diperoleh, persoalannya bukan sekadar soal infrastruktur. Bagi warga desa, dua kebutuhan tersebut bersentuhan langsung dengan aktivitas sehari-hari, mulai dari mobilitas hingga kesehatan.

Kondisi itulah yang menjadi perhatian dalam peluncuran nasional pembangunan 2.500 titik Jembatan Garuda dan 3.000 titik sarana air bersih bertajuk “Negara Hadir untuk Rakyat”, Kamis (13/8/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Di Kabupaten Indramayu, agenda tersebut dipusatkan di Blok Desa RT 10 RW 02, Desa Cibeber, Kecamatan Sukagumiwang. Kegiatan berlangsung sekitar pukul 09.40 hingga 11.18 WIB dan diikuti sekitar 70 undangan yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Peluncuran nasional itu dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto melalui konferensi video. Dari Cibeber, jajaran Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Kodim 0616/Indramayu dan unsur Forkopimda mengikuti rangkaian kegiatan tersebut hingga selesai.

Bupati Indramayu Lucky Hakim hadir langsung bersama Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, Kapolsek Sukagumiwang AKP Suripto yang mewakili Kapolres Indramayu, serta Kasi Intel Kejari Indramayu Tomi Nopen yang mewakili Kepala Kejaksaan Negeri.

Sejumlah kepala perangkat daerah, Camat Sukagumiwang, Danramil 0616-05/Sukagumiwang, para kuwu se-Kecamatan Sukagumiwang, serta tokoh masyarakat Desa Cibeber juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Air Bersih dan Akses Mobilitas Jadi Perhatian

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa, kemudian dilanjutkan sambutan unsur pimpinan daerah. Salah satu agenda utama berupa peresmian fasilitas sumur bor yang nantinya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat.

Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo mengatakan pembangunan Jembatan Garuda dan sarana air bersih berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Menurutnya, keberadaan jembatan dapat membantu mobilitas warga sekaligus membuka akses kawasan yang sebelumnya mengalami keterbatasan konektivitas. Sementara fasilitas sumur bor ditujukan untuk membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan sumber air.

“Air bersih adalah kebutuhan vital harian masyarakat. Melalui pembuatan sumur bor di lokasi-lokasi yang selama ini mengalami keterbatasan akses air, kita ingin memastikan kualitas kesehatan masyarakat meningkat,” kata Tulus dalam sambutannya.

Ia mengatakan Kodim 0616/Indramayu siap bersinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan pembangunan tersebut.

Namun, pembangunan fisik bukan akhir dari program. Tulus juga meminta masyarakat ikut menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Pemkab Indramayu Dorong Pemerataan Infrastruktur

Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut di wilayah Indramayu.

Menurut Lucky, pembangunan infrastruktur dasar memiliki kaitan dengan berbagai aktivitas masyarakat, termasuk transportasi, ekonomi dan kebutuhan sanitasi.

“Pembangunan Jembatan Garuda dan penyediaan titik air bersih ini membawa dampak nyata bagi akselerasi aktivitas masyarakat, baik dari sektor ekonomi, transportasi, hingga sanitasi dasar,” ujar Lucky.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Indramayu akan terus mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur dasar agar manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan masyarakat di kawasan perkotaan, tetapi juga warga di pedesaan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan keikutsertaan dalam konferensi video bersama Presiden Prabowo Subianto dan penyerahan bantuan sosial secara simbolis kepada masyarakat.

Bagi warga Desa Cibeber, kehadiran fasilitas air bersih dan pembangunan infrastruktur penghubung bukan hanya perkara seremoni peresmian. Tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitas tersebut benar-benar berfungsi, terawat, dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Program yang diluncurkan secara nasional itu pada akhirnya akan diuji bukan dari kemeriahan saat diresmikan, melainkan dari seberapa jauh jembatan mampu memperlancar mobilitas dan air bersih mampu menjawab kebutuhan warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Kerikil.id
Sumber: Pendim0616/Indramayu,diolah redaksi

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *