Kerikil.id | Indramayu –
Keramaian Haurgeulis Fest 2026 di Alun-Alun Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Sabtu (22/8/2026), tidak hanya diisi olahraga, bazar UMKM dan pertunjukan seni. Sejumlah anak muda bersama Komunitas Muslim Haurgeulis turut membawa agenda edukasi yang membahas keluarga, norma sosial dan pembentukan karakter generasi muda.
Agenda tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian festival yang mempertemukan komunitas, pelaku UMKM dan masyarakat dalam satu ruang publik. Kegiatan dikemas melalui stan edukasi, dialog interaktif dan pertunjukan seni budaya.
Ketua Komunitas Muslim Haurgeulis, H. Koko, mengatakan keterlibatan anak muda menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan agenda tersebut. Menurut dia, pesan yang disampaikan sengaja dikemas melalui kegiatan yang lebih dekat dengan keseharian generasi muda.
“Gerakan kampanye yang kami gagas dalam event Haurgeulis Festival ini adalah bentuk sinergi kami dengan anak muda Haurgeulis yang luar biasa, yang meng-create acara festival rakyat dengan sedemikian apik sehingga menghadirkan ruang edukasi yang segar dan menyentuh berbagai elemen generasi muda,” ujar Koko saat ditemui di lokasi kegiatan, Sabtu (22/8/2026).
Koko menyebut kegiatan tersebut sebagai gerakan anti-LGBT. Menurutnya, agenda itu diarahkan pada pembahasan mengenai nilai keluarga, norma sosial dan keagamaan serta pembentukan karakter generasi muda.
Ia berharap keterlibatan anak muda dapat membuat pembahasan mengenai persoalan sosial lebih mudah diterima dan menjadi bahan diskusi di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Haurgeulis Festival, Fatihul Fauzi, mengatakan agenda tersebut dilatarbelakangi keresahan yang dirasakan pihak penyelenggara terhadap persoalan perilaku seksual di kalangan remaja.
Fatihul menilai diperlukan ruang dialog dan edukasi yang dapat digunakan keluarga maupun masyarakat untuk membicarakan persoalan tersebut bersama generasi muda.
Agenda edukasi itu berlangsung bersamaan dengan berbagai kegiatan lain dalam Haurgeulis Fest 2026. Sejak pagi, masyarakat mengikuti Fun Run 3K, sepeda santai dan senam PKK. Kegiatan kemudian berlanjut dengan bazar UMKM, pentas seni dan budaya serta hiburan rakyat.
Perpaduan kegiatan tersebut membuat alun-alun menjadi ruang pertemuan bagi berbagai kelompok masyarakat. Anak muda terlibat dalam kegiatan festival, sementara pelaku UMKM memanfaatkan keramaian untuk memperkenalkan produk mereka.
Bagi penyelenggara, kehadiran agenda edukasi di tengah festival merupakan cara untuk menyampaikan pesan sosial melalui kegiatan yang lebih terbuka dan mudah dijangkau masyarakat.
Komunitas Muslim Haurgeulis menyatakan akan terus mendorong kegiatan berbasis komunitas yang menurut mereka dapat memperkuat nilai keluarga, kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Haurgeulis Fest 2026 pada akhirnya mempertemukan sejumlah aktivitas masyarakat dalam satu ruang, mulai dari olahraga, kreativitas anak muda, seni budaya dan kegiatan ekonomi hingga agenda edukasi yang dibawa komunitas.
Festival yang berlangsung di ruang publik tersebut menjadi wadah bagi penyelenggara dan komunitas untuk menyampaikan gagasan mereka kepada masyarakat, dengan generasi muda menjadi salah satu sasaran utama kegiatan edukasi tersebut.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi Kerikil.id
Sumber : Liputan Langsung
