Kerikil.id | Indramayu – Aktivitas pengangkutan tanah hasil kupasan lahan sawah di wilayah perbatasan Desa Sidadadi dan Desa Mekarjati, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, dikeluhkan warga karena menimbulkan debu di sekitar permukiman dan ruas jalan yang dilalui kendaraan angkutan.
Keluhan tersebut disampaikan warga setelah aktivitas kendaraan pengangkut tanah disebut berlangsung dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Selain mengganggu kenyamanan, warga juga menyoroti kondisi jalan yang berdebu dan potensi ceceran tanah yang dinilai dapat mengganggu keselamatan pengguna jalan.
Salah seorang warga Desa Mekarjati, Rizik, mengatakan debu menjadi persoalan yang paling dirasakan warga, terutama ketika kendaraan pengangkut tanah melintas dalam kondisi cuaca kering.
“Debunya sangat tebal dan masuk sampai ke dalam rumah. Setiap kali truk melintas, jalanan langsung tertutup debu. Selain mengotori lingkungan, kondisi ini juga mengganggu pengendara sepeda motor,” ujar Rizik saat ditemui, Selasa (1/9/2026).
Menurut warga, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan debu. Mereka juga mengkhawatirkan ceceran tanah dari kendaraan pengangkut apabila terbawa ke badan jalan. Dalam kondisi hujan, tanah yang tercecer dikhawatirkan membuat permukaan jalan menjadi licin.
Atas kondisi tersebut, warga berharap pihak yang melakukan kegiatan pengupasan dan pengangkutan tanah dapat melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan sekitar.
Beberapa usulan warga antara lain melakukan penyiraman jalan secara berkala pada jalur yang dilalui kendaraan, memastikan muatan truk ditutup dengan terpal agar tidak tercecer, serta mengatur waktu operasional kendaraan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Warga juga berharap pemerintah desa, Kecamatan Haurgeulis dan instansi terkait dapat turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi yang dikeluhkan masyarakat sekaligus memastikan kegiatan tersebut berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Rizik mengatakan warga pada prinsipnya tidak mempersoalkan aktivitas ekonomi apabila pelaksana kegiatan turut memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan dan pengguna jalan.
“Kami berharap ada solusi yang bisa mengurangi debu dan menjaga jalan tetap aman. Jangan sampai aktivitas tersebut justru menimbulkan persoalan bagi warga maupun pengguna jalan,” katanya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat aktivitas alat berat yang melakukan pengupasan tanah sawah serta kendaraan yang digunakan untuk mengangkut material tanah. Namun, hingga berita ini disusun, identitas pihak atau badan usaha yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut belum diperoleh.
Kerikil.id belum memperoleh keterangan dari pihak pelaksana kegiatan maupun pemilik lahan mengenai tujuan pengupasan tanah, pengangkutan material, serta langkah pengelolaan dampak lingkungan dan keselamatan lalu lintas. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan secara proporsional.
Redaksi masih mengupayakan konfirmasi kepada pihak yang terkait dengan kegiatan pengangkutan tanah tersebut. Setiap informasi, klarifikasi, atau perkembangan yang relevan akan menjadi bagian dari pembaruan pemberitaan sesuai prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik.
Penulis: Samsul Haerul Sudrajat, S.H
Editor: Redaksi Kerikil.id
Sumber: Wawancara langsung dengan warga dan pantauan di lokasi
