Dari Rak Buku ke Ruang Warga, Perpustakaan Haurgeulis Tembus Tiga Besar Harapan di Jabar

Foto: Redaksi
banner 468x60

Kerikil.id | Haurgeulis– Sebuah perpustakaan desa tak lagi cukup hanya dipenuhi rak dan buku. Di Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, ruang yang semula identik dengan tempat membaca itu perlahan berubah menjadi tempat warga belajar, beraktivitas dan membangun berbagai kegiatan bersama.

Perubahan itulah yang mengantarkan Perpustakaan Ki Hajar Dewantara Desa Haurgeulis meraih Juara Harapan III Lomba Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Penghargaan tersebut diserahkan dalam puncak festival literasi tingkat Jawa Barat di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Jawa Barat, Kamis (17/9/2026).

Capaian itu menjadi kelanjutan dari perjalanan perpustakaan tersebut di tingkat daerah. Sebelumnya, Perpustakaan Ki Hajar Dewantara meraih juara pertama tingkat Kabupaten Indramayu sebelum masuk jajaran Top 8 perpustakaan desa/kelurahan di Jawa Barat.

Bagi warga Haurgeulis, capaian tersebut bukan hanya soal posisi di papan pengumuman lomba. Ada proses panjang di baliknya, terutama bagaimana perpustakaan dikembangkan agar tidak berhenti sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku.

Perpustakaan diarahkan menjadi ruang literasi yang lebih terbuka dan inklusif, sekaligus terhubung dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.

Dinilai Langsung ke Haurgeulis

Penetapan pemenang dilakukan setelah tim juri turun langsung melakukan rechecking ke Perpustakaan Ki Hajar Dewantara pada Agustus 2026.

Hasil penilaian tersebut kemudian dituangkan dalam surat Dispusipda Jawa Barat Nomor 3000/PUS.05.01.01/BPGBM tertanggal 20 Agustus 2026.

Penghargaan diterima Kuwu Haurgeulis Isma Shewarha Dhewanthara, didampingi Bunda Literasi Desa Haurgeulis Teti Retnawati dan Kabid P3KM Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Indramayu Hj. Eti Herawati.

Bagi Isma, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama, bukan semata pencapaian pemerintah desa.

“Menjadi kebanggaan tersendiri telah membawa nama baik Kabupaten Indramayu ke tingkat Provinsi Jawa Barat. Tentunya ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah desa Haurgeulis kepada program dan kebijakan pemerintah kabupaten Indramayu,” ujar Isma.

Ia berharap pencapaian tersebut menjadi pemicu bagi Desa Haurgeulis untuk terus melahirkan prestasi lain.

Bukan Berhenti di Piala

Di tengah capaian tersebut, tantangan berikutnya justru bagaimana perpustakaan tetap hidup setelah lomba selesai.

Pemerintah Desa Haurgeulis menyatakan akan melanjutkan pengembangan pelayanan publik dan kegiatan literasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan desa yang maju, aman dan nyaman.

Dengan begitu, ukuran keberhasilan perpustakaan tidak berhenti pada penghargaan yang dipajang di dinding. Ukurannya adalah seberapa sering ruang tersebut digunakan dan seberapa jauh keberadaannya memberi manfaat bagi masyarakat.

Dalam lomba tingkat Jawa Barat 2026, Perpustakaan Insan Cita Desa Kertayasa, Kabupaten Kuningan, meraih juara pertama. Posisi kedua diraih Perpustakaan Gemilang Kelurahan Padasuka, Kota Bandung, sedangkan juara ketiga diraih Perpustakaan Bina Mandiri Desa Binangun, Kota Banjar.

Selanjutnya, Perpustakaan Cikundul Kelurahan Cikundul, Kota Sukabumi, menjadi Juara Harapan I, Perpustakaan Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Juara Harapan II, dan Perpustakaan Ki Hajar Dewantara Desa Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Juara Harapan III.

Bagi Haurgeulis, capaian tersebut menjadi penanda bahwa perpustakaan desa bisa mengambil peran lebih jauh  bukan hanya menyediakan buku, tetapi membuka ruang bagi warga untuk tumbuh bersama.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Kerikil.id
Sumber: Liputan Langsung

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *