Kerikil.id | Garut – Upaya penanggulangan pascakebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, memasuki fase krusial. Di bawah kepungan asap putih pekat yang menyelimuti kawasan tersebut, Polres Garut menunjukkan respons cepat dengan memobilisasi personel dan memimpin langsung operasi pemadaman di garis depan. Langkah taktis ini diambil guna meminimalisasi dampak polusi udara yang mulai mengancam kesehatan masyarakat sekitar.
Menyadari urgensi situasi di lapangan, Kapolres Garut AKBP Niko N Adi Putra, S.H., S.I.K., M.H., segera menginstruksikan pendirian Posko Penanganan Darurat di UPT TPA Pasir Bajing sebagai pusat komando terpadu. Melalui koordinasi intensif bersama Pemerintah Kabupaten Garut dan Tim Gabungan yang terdiri dari TNI, Brimob, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, hingga relawan Tagana, Polisi mempercepat pergerakan alat berat di lokasi. Enam unit armada pemadam kebakaran, dua unit ekskavator, satu unit loader, serta satu unit buldoser dikerahkan secara simultan untuk mengurai gunungan sampah dan mengisolasi titik api tersembunyi.
“Kami bersama Tim Gabungan terus melakukan upaya memadamkan api dan menyisir titik-titik api yang masih terdapat di lokasi, patroli di kawasan TPA, serta memberikan imbauan kepada masyarakat yang masih beraktivitas di sekitar area tersebut,” ujar AKBP Niko N Adi Putra saat memantau jalannya taktis pemadaman, Senin (12/10/2026).
Di samping akselerasi teknis, tantangan nyata di lapangan muncul ketika aspek sosial mulai bergesek. Di salah satu sudut TPA, sebanyak 30 warga terdampak berkumpul untuk menyampaikan aspirasi. Mereka meminta agar aktivitas pembuangan dari enam unit truk sampah dihentikan sementara waktu hingga situasi udara benar-benar pulih.
Menyikapi dinamika tersebut, Polres Garut tidak menerapkan tindakan represif, melainkan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Petugas kepolisian langsung memfasilitasi ruang dialog, mendengarkan keluhan warga dengan saksama, serta memberikan pemahaman logis mengenai proses teknis pemadaman yang sedang berjalan.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan S.I.K., M.H., menegaskan bahwa manajemen sosial melalui komunikasi yang komunikatif dan empatik menjadi prioritas utama kepolisian dalam mengelola situasi kritis ini. Warga diimbau untuk tetap tenang dan kooperatif, memberikan kepercayaan penuh kepada tim gabungan yang tengah bekerja mengembalikan kualitas udara bersih di permukiman mereka.
Guna mengantisipasi eskalasi risiko, personel Polres Garut juga mengintensifkan patroli preventif di sekitar perimeter TPA. Langkah ini dilakukan secara ketat untuk mengedukasi masyarakat dan mencegah adanya aktivitas pembakaran sampah mandiri yang berpotensi memicu timbulnya titik api baru.
Melalui perpaduan manajemen operasional yang cepat dan strategi komunikasi yang memanusiakan masyarakat, Polres Garut berhasil menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif. Kehadiran kepolisian di TPA Pasir Bajing tidak hanya merepresentasikan fungsi penegakan aturan, tetapi juga manifestasi nyata dari peran pelindung dan pengayom masyarakat di tengah situasi darurat.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi Kerikil.id
Sumber : Bid Humas Polda Jabar, Diolah Redaksi
