Api Meluas Gara-Gara Bakar Rumput Kering di Haurgeulis, Warga dan Petugas Berjuang Tiga Jam

Foto: Redaksi Kerikil.id
banner 468x60

Kerikil.id | Indramayu — Niat membersihkan pekarangan justru berujung kebakaran. Rumput dan daun bambu kering yang dibakar di sebuah lahan kosong di Blok 4 RT 005/RW 003, Desa Kertanegara, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, memicu kobaran api yang membesar setelah tertiup angin kencang, Kamis (22/10/2026).

Asap hitam pekat membubung ketika api merambat ke rerumputan kering dan menyambar tumpukan ban bekas di sekitar lokasi. Warga pun khawatir kobaran tersebut meluas ke area lain.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB itu menjadi pengingat bahwa membakar rumput atau sampah di lahan terbuka bukan perkara sepele, terutama ketika angin bertiup kencang. Api yang semula kecil dapat menyebar dalam waktu singkat dan sulit dikendalikan.

Lahan seluas sekitar 700 meter persegi atau 50 bata tersebut berada di luar area bekas pabrik penggilingan padi milik almarhumah Kayeng. Menurut keterangan yang dihimpun, kebakaran bermula ketika seseorang membakar tumpukan rumput dan daun bambu kering saat membersihkan pekarangan.

Hembusan angin kemudian membuat api menjalar ke vegetasi kering di sekitarnya. Keberadaan tumpukan ban bekas memperburuk keadaan karena menghasilkan asap hitam pekat yang berbau menyengat.

Laporan masyarakat membuat aparat segera menuju lokasi. Kapolsek Haurgeulis AKP Saefullah, S.H., M.A.P., memimpin anggotanya bersama Bhabinkamtibmas Desa Kertanegara untuk melakukan penanganan di tempat kejadian.

Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan warga setempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Upaya awal itu dilakukan untuk menahan penjalaran api sambil menunggu bantuan pemadam kebakaran.

Situasi akhirnya lebih terkendali setelah satu unit mobil pemadam kebakaran dari Patrol tiba di lokasi. Petugas melakukan pelokalisasian dan pemadaman hingga kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.00 WIB.

Dua saksi yang berada di sekitar lokasi, Akhya (60), seorang buruh, dan Teguh (50), petugas keamanan BTN, turut menyaksikan kejadian tersebut.

Setelah sekitar tiga jam penanganan, api berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material berarti yang dilaporkan dalam peristiwa itu, menurut keterangan Kapolsek Haurgeulis.

“Beruntung tidak ada kerugian materil yang berarti maupun korban jiwa dalam insiden ini,” ujar Saefullah.

Kebakaran di Kertanegara menunjukkan bagaimana aktivitas membersihkan lahan dapat berubah menjadi keadaan darurat ketika faktor cuaca tidak diperhitungkan. Rumput, daun bambu, dan material kering lainnya mudah terbakar, sementara angin dapat membawa percikan api ke bagian lahan yang lebih luas.

Karena itu, warga diimbau tidak membakar sampah, rumput, atau daun kering ketika angin bertiup kencang. Pembersihan lahan sebaiknya dilakukan dengan cara yang lebih aman, seperti mengumpulkan dan mengangkut material kering tanpa membakarnya.

Jika api telanjur membesar atau sulit dikendalikan, warga sebaiknya segera menjauh dari area berbahaya dan menghubungi petugas pemadam kebakaran, bukan mengambil risiko memadamkannya sendiri.

Harapannya, kejadian ini menjadi pelajaran bersama agar kegiatan membersihkan pekarangan tidak membahayakan lingkungan maupun keselamatan warga.

Kesadaran untuk mencegah kebakaran sejak awal menjadi langkah penting supaya kejadian serupa tidak kembali terulang di wilayah Haurgeulis dan sekitarnya.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: keterangan Kapolsek Haurgeulis

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *