Kerikil.id | Bandung – Riuh tepuk tangan mewarnai ruang penganugerahan Lomba Jurnalistik Polda Jabar, Rabu (29/7/2026) malam.
Acara yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 ini bukan sekadar ajang bagi-bagi piala, melainkan sebuah simbol penguat runtuhnya sekat antara korps baju cokelat dan kuli tinta.
Di atas panggung, Kapolda Jabar Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., menyampaikan pandangan mendalam mengenai dinamika informasi digital. Di tengah kepungan informasi media sosial yang kerap bercampur hoaks, Irjen Pipit memandang media profesional sebagai penjerat ruang informasi yang keruh.
“Dalam penegakan hukum kami tidak bisa bekerja berdasarkan asumsi. Semua harus faktual. Begitu juga informasi untuk masyarakat,” tutur Irjen Pipit hangat.
Ia mempersilahkan media untuk tidak segan melempar kritik, asalkan berpijak pada fakta yang jelas.
Apresiasi terhadap kemerdekaan pers ini dirasakan langsung oleh Ketua Dewan Juri, Irwan Nasir. Ia bersaksi bahwa Polda Jabar memberikan kebebasan mutlak tanpa intervensi dalam menentukan pemenang. Hasilnya, tiga karya terbaik berhasil keluar sebagai juara, membawa narasi humanis dari berbagai sudut Jawa Barat.
Rahmat Hidayat dari Tribunnews Bogor sukses menyabet Juara 1 lewat kisah inspiratif pertobatan mantan bandar narkoba di Cikaret yang kini beralih menjadi peternak domba. Disusul oleh Jejep Falahul Alam (Pikiran Rakyat) di posisi kedua dengan ulasan ketahanan pangan, serta Dede Adhitama (BeritaSatu.com) sebagai Juara 3 dengan kisah pengabdian di pesisir Mundu.
Melalui tulisan-tulisan ini, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan berharap esensi gerakan “Jawara” (Jaga dan Rawat Jawa Barat) bisa benar-benar hidup di tengah masyarakat melalui sinergi komunikasi yang sehat.
“Kami mengajak seluruh insan pers bersama-sama menjadi Jawara,” pungkasnya.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi Kerikil.id
Sumber : Bid. Humas Polda Jabar Diolah Redaksi











