JAKARTA | Menjelang musim mudik Idulfitri 1447 H, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menyiagakan personel dan alat berat di sejumlah titik rawan bencana untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman dan lancar. Fokus pengamanan berada di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, terutama daerah yang rawan banjir, tanah labil, dan longsor.
Direktur Jenderal Perkeretaapian, Allan Tandiono, mengatakan pemantauan intensif dilakukan di wilayah Semarang dan sekitarnya, menyusul kejadian banjir awal tahun ini. “Kami memantau titik-titik rawan bencana 24 jam melalui CCTV dan sensor. Selain itu, personel dan alat berat siap siaga jika terjadi gangguan prasarana,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
DJKA menempatkan Alat Material untuk Siaga (AMUS) di 62 titik strategis di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Alat ini digunakan untuk penanganan darurat jika infrastruktur kereta terdampak bencana, seperti longsor atau banjir.
Tak hanya mitigasi bencana, DJKA juga mempercepat ramp check sarana perkeretaapian. Hingga 19 Februari 2026, sebanyak 3.571 unit telah diperiksa dari total 4.181 sarana yang direncanakan beroperasi, termasuk lokomotif, kereta tarik, KRD, dan KRL. Pemeriksaan dilakukan sejak awal Februari untuk memastikan kelaikan operasional.
Berbagai langkah teknis juga diterapkan, mulai dari pemasangan pancang rel, perkuatan sheet pile baja, normalisasi sungai, hingga pengangkatan elevasi jembatan dan rel, demi meminimalkan risiko gangguan selama arus mudik dan balik.
DJKA juga menyiapkan Posko Harian Bidang Perkeretaapian yang berfungsi memantau operasional kereta secara real-time dan memastikan pelayanan penumpang tetap maksimal.
“Dengan kombinasi mitigasi bencana dan pemeriksaan teknis sarana, kami menargetkan perjalanan kereta api pada masa mudik Lebaran tetap aman, andal, dan minim gangguan,” tambah Allan.
Pendekatan proaktif DJKA ini diharapkan memberikan rasa aman bagi para pemudik, sekaligus menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menghadapi tantangan musim mudik dan potensi bencana alam. (*hy)


















