banner 728x250
Opini  

Perang Iran Bukan Sekedar Nuklir, Tiga Lapis Tujuan Tersembunyi Israel

Foto: Mayjen TNI (Purn.) Fulad
banner 120x600
banner 468x60

Kerikil.id | Narasi besar tentang konflik Iran yang kerap dibingkai sebagai isu perlucutan senjata nuklir, dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan realitas di lapangan. Di balik itu, terdapat kepentingan strategis yang lebih kompleks dan berlapis.

Berdasarkan pengalaman penulis selama bertugas sebagai penasihat militer Indonesia di Dewan Keamanan PBB, konflik yang berkembang saat ini tidak semata soal nuklir, melainkan bagian dari strategi yang lebih luas dalam melemahkan kekuatan suatu negara secara sistematis.

banner 325x300

Lapis Pertama: Melumpuhkan Sistem Pertahanan

Jika mencermati pola serangan, target yang disasar tidak hanya fasilitas nuklir. Sejumlah infrastruktur strategis seperti pabrik rudal balistik, depot bahan bakar, pusat komando militer, hingga jaringan radar turut menjadi sasaran.

Hal ini menunjukkan bahwa fokus utama bukan sekadar perlucutan senjata, melainkan upaya melemahkan kemampuan pertahanan dan logistik secara menyeluruh.

Lapis Kedua: Mengganggu Proyeksi Kekuatan Regional

Selama dua dekade terakhir, Iran membangun jaringan pengaruh di kawasan melalui sekutu-sekutunya di berbagai negara. Dalam perspektif ini, melemahkan pusat kendali di dalam negeri dipandang sebagai cara efektif untuk memutus rantai koordinasi dan dukungan terhadap jaringan tersebut.

Dengan terganggunya sistem logistik dan koordinasi, kemampuan proyeksi kekuatan ke luar wilayah secara otomatis akan ikut melemah.

Lapis Ketiga: Potensi Fragmentasi Internal

Analisis lain yang berkembang menyoroti kerentanan internal Iran sebagai negara multietnis. Dalam kondisi tekanan yang tinggi, muncul potensi ketegangan yang dapat berdampak pada stabilitas nasional.

Jika pusat kekuasaan melemah, dinamika di daerah berpotensi berubah menjadi tantangan serius bagi keutuhan negara. Pola seperti ini sebelumnya juga terjadi di sejumlah kawasan konflik lain.

Lebih dari Sekadar Konflik Bersenjata

Dalam pandangan penulis, konflik ini tidak semata bertujuan menghasilkan kesepakatan damai jangka pendek. Ada kepentingan jangka panjang yang menyasar kemampuan suatu negara dalam mempertahankan stabilitas internal maupun pengaruh eksternal.

Pesan untuk Indonesia

Sebagai negara yang memiliki pengalaman sejarah dalam menghadapi intervensi dan dinamika geopolitik, Indonesia diharapkan tetap kritis dalam menyikapi berbagai narasi global.

Sikap netral tetap penting, namun pemahaman yang utuh terhadap dinamika yang terjadi juga menjadi bagian dari tanggung jawab sebagai bangsa yang menjunjung nilai kemerdekaan dan kedaulatan.

Penulis: Mayjen TNI (Purn.) Fulad
Editor: Redaksi
Sumber: Naskah Opini Penulis

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *