banner 728x250
News  

Polisi dan Orang Tua Turun Tangan, Aksi “Perang Sarung” Pelajar di Cimahi Dibina dan Didata

banner 120x600
banner 468x60

CIMAHI | Aparat kepolisian bergerak cepat menindak maraknya aksi perang sarung yang melibatkan pelajar dan sempat berujung tawuran fisik hingga menimbulkan korban luka. Melalui langkah pembinaan, Polsek Cimahi melakukan pendataan terhadap para remaja yang terlibat sekaligus memanggil orang tua mereka untuk diberikan pengarahan.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Hendra Rochmawan menjelaskan bahwa aksi perang sarung kerap terjadi setelah salat tarawih atau menjelang sahur. Aktivitas tersebut biasanya direncanakan melalui pesan singkat di media sosial, sehingga berpotensi berkembang menjadi bentrokan antar kelompok.

banner 325x300

Menurutnya, tradisi yang awalnya dianggap permainan itu kini berubah menjadi kegiatan berbahaya karena sering disertai kekerasan dan dapat mengancam keselamatan jiwa.

Kapolres Cimahi Niko N Adi Putra menegaskan bahwa kepolisian tidak akan mentolerir aksi tersebut. Petugas akan membubarkan dan menindak para pelaku apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum.

“Polisi tidak akan mentolerir aksi ini dan akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku,” ujarnya, Jumat (20/02/2026).

Selain penindakan, polisi juga memanggil orang tua para pelajar untuk diberikan pembinaan agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, khususnya pada malam hari selama bulan Ramadan.

Dalam upaya menjaga ketertiban, pengawasan turut melibatkan Satpol PP Kota Cimahi yang melakukan patroli pada jam-jam rawan guna mencegah aksi serupa kembali terjadi di wilayah Cimahi.

Polisi mengingatkan bahwa pelaku perang sarung dapat diproses secara hukum jika terbukti memenuhi unsur pidana. Karena itu, masyarakat diminta berperan aktif melaporkan apabila mengetahui adanya rencana atau kegiatan yang mengarah pada tawuran.

Dengan langkah pembinaan, pengawasan, dan kolaborasi bersama orang tua, aparat berharap fenomena perang sarung tidak lagi terjadi dan para pelajar dapat diarahkan pada kegiatan yang lebih positif, seperti belajar, berolahraga, maupun aktivitas keagamaan. (*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *