banner 728x250

Prabowo – Raja Charles III Rajut Diplomasi Hijau

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA | Kabut musim dingin London menjadi saksi pertemuan penting dua kepala negara yang dipersatukan oleh satu kepedulian: masa depan bumi. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertemu Raja Inggris Charles III di London, Rabu (21/1/2026), dalam sebuah dialog yang tak sekadar simbolik, melainkan sarat komitmen nyata bagi pelestarian lingkungan hidup.

Pertemuan tersebut menandai penguatan kerja sama Indonesia–Inggris dalam upaya pemulihan ekosistem dan konservasi lingkungan, khususnya di kawasan taman nasional Indonesia yang menjadi benteng terakhir keanekaragaman hayati dunia.

banner 325x300

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa isu lingkungan menjadi fokus utama pembahasan kedua pemimpin negara. Inggris, melalui komitmen langsung Raja Charles III yang dikenal sebagai tokoh global pelestarian alam, menyatakan kesiapan mendukung pemulihan 57 taman nasional di Indonesia.

“Bapak Presiden bertemu dengan Raja Charles III, dan intinya terdapat kerja sama serta komitmen dari Inggris untuk membantu Indonesia memperbaiki ekosistem dan mendukung pemulihan taman nasional,” ujar Teddy kepada awak media di Bandara Stansted, London, sebelum mendampingi Presiden melanjutkan agenda ke Davos, Swiss.

Kerja sama tersebut bukan sekadar wacana. Sejumlah program konservasi telah berjalan, salah satunya di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, yang selama ini menjadi rumah penting bagi konservasi gajah Sumatra. Dukungan internasional di kawasan ini dipandang krusial untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mencegah konflik satwa dan manusia.

Tak hanya itu, perhatian juga diarahkan ke kawasan Peusangan, Aceh, lahan milik Presiden Prabowo yang telah diserahkan kepada negara demi kepentingan pelestarian lingkungan. Langkah ini menjadi simbol kuat bahwa komitmen konservasi tidak berhenti pada diplomasi, tetapi diwujudkan dalam tindakan konkret.

Menurut Teddy, total luasan kawasan yang disiapkan untuk mendukung program konservasi ini mencapai sekitar 90 ribu hektare, tersebar di sejumlah wilayah strategis. Pengelolaannya akan disesuaikan dengan karakter ekosistem masing-masing kawasan, tidak hanya untuk konservasi gajah, tetapi juga bagi keberlanjutan ekosistem lainnya.

Pendampingan teknis akan melibatkan World Wide Fund for Nature (WWF), memastikan pengelolaan konservasi berjalan berbasis ilmu pengetahuan dan praktik berkelanjutan.

Pertemuan Prabowo–Raja Charles III ini mempertegas arah diplomasi hijau Indonesia di panggung global. Di tengah krisis iklim dan degradasi lingkungan dunia, Indonesia menegaskan diri bukan sekadar sebagai pemilik hutan tropis terbesar, tetapi sebagai aktor aktif yang membuka ruang kolaborasi internasional demi menjaga warisan alam bagi generasi mendatang. (*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *